SuaraBanten.id - Identitas janda muda tewas telanjang di Pondok Aren Terungkap. Dia adalah Hayati, perempuan 27 tahun.
Hayati adalah seorang janda yang mempunyai 1 anak. Hayati, janda muda yang tewas di Pondok Aren ternyata tinggal dengan seorang pria beristri berinisial MN.
Lelaki 40 tahun ini yang diduga sebagai pembunuh Hayati
Warga mengetahui jika Hayati ini tinggal di kontrakan MN, yang merupakan pacarnya.
Tetangga Hayati, Imey (37) mengetahui jika MN ini sorang satpam perempuan. Dia berstatus sudah memiliki istri dan dua anak.
Sementara Hayati ini berusia 27 tahun, janda beranak 1.
Hayati warga Pondok Kelakah, Kecamatan Pondok Aren.
"Terakhir lihat HY Sabtu kemarin, pakai jilbab dan tahunya dia janda itu karena ada yang nyari dan orangtuanya juga datang pas semalam ada polisi buat dobrak kontrakan dan nemuin sumber bau bangkainya," pungkas Imey di lokasi penemuan mayat Hayati.
Imey pun menuturkan, dari yang dia lihat saat pemeriksaan polisi berlangsung, mayat tersebut ditemukan di bawah kolong tempat kompor memasak di dapur terbungkus kain selimut dan karung.
Baca Juga: Janda Muda Tewas di Pondok Aren Tinggal Bersama Pria Beristri di Kost
"Posisinya mayat itu ditekuk, lututnya nempel ke muka. Dibungkus rapih pertama kain selimut terus dibungkus lagi pakai karung dan dimasukan dalam kardus," tutupnya.
Setelah dikeluhkan warga dan mendapat laporan soal bau bangkai menyengat tersebut, kemudian Polisi mendobrak kontrakan pelaku yang terkunci pada Senin (25/8/2020) sekira pukul 18.00 WIB.
Mayat telanjang
Perempuan telanjang tewas mengenaskan di sebuah kost di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Seorang saksi mengatakan perempuan itu terlihat masuk kamar terakhir kali 3 hari lalu.
Habis itu, yang ditemukan adalah mayatnya yang sudah membusuk. Penyidik Polres Tanggerang Selatan menduga mayat perempuan yang ditemukan tewas dalam kondisi telanjang, terikat dan terbungkus selimut serta lakban di kontrakan wilayah Kampung Kebantenan, Pondok Aren merupakan korban pembunuhan.
Kasat Reskrim Polres Tanggerang Selatan AKP Muharam Wibisono mengatakan hal itu masih berupa dugaan sementara.
Kekinian penyidik masih melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus tersebut.
"Dugaan sementara itu korban pembunuhan," kata Wibisono saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2020).
Berdasar hasil penyelidikan sementara, korban yang belum diketahui identitasnya itu diduga tewas sejak Sabtu (22/8) lalu.
Sebab, dari keterangan beberapa saksi yang telah diperiksa mengaku melihat korban terkahir kali masuk ke dalam kontrakan sekira tiga hari yang lalu.
"Korban ini terlihat terakhir kali masuk kos-kosan (kontrakan) 3 hari lalu," ungkap Wibisono.
Selain itu, penyidik juga menemukan sejumlah senjata tajam di sekitar lokasi ditemukannya mayat korban. Diduga senjata tajam tersebut digunakan oleh pelaku untuk menghabisi nyawa korban.
"Ada beberapa benda tajam yang kita temukan, sudah kita amankan. Nanti akan kita lakukan pemeriksaan lebih dalam," katanya.
Mayat perempuan bugil di Pondok Aren ditemukan dengan kondisi tubuh sudah ditekuk. Sehingga bagian kepala dan kaki sudah memempel.
SuaraBanten.id mendapatkan foto mayat perempuan bugik tersebut. Mayat tersebut ditemukan dengan kondisi mengenaskan terbungkus kain hitam dan dililit selimut.
Mayat perempuan bugil itu ditemukan di sebuah kost di Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Mayat itu sudah membusuk. Diduga mayat perempuan itu sudah tewas selama beberapa hari.
Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tubuh telanjang, terikat dan terbungkus selimut serta lakban.
Wibisono menuturkan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar sekira pukul 17.30 WIB.
Mayat perempuan itu ditemukan di sebuah kontrakan di wilayah Kampung Kebantenan, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (25/8/2020) kemarin.
Ketika itu, mereka tengah melintas dan mencium bau tak sedap dari arah kontrakan korban.
"Saudara Agung, Akbar dan Sigit sedang lewat depan TKP (tempat kejadian perkara), mencium bau tidak sedap dari arah TKP dan mencarinya. Pada saat saksi-saksi ingin masuk kedalam kontrakan, kondisi pintu kontrakan tersebut dalam keadaan terkunci," kata Wibisono.
Selanjutnya, ketiga saksi tersebut mencoba masuk ke dalam kontrakan korban melalui jendela.
Setelah berhasil, mereka terkaget-kaget tatkala menemukan sebuah gulungan yang mengeluarkan darah hingga menimbulkan bau tak sedap.
Atas kejadian itu, mereka pun melaporkannya ke Polsek Pondok Aren.
Tak berselang lama, petugas datang dan memeriksa bungkusan tersebut.
"Saat diperiksa ditemukan mayat perempuan telanjang, yang sebelumnya diikat, dibungkus dengan kain hitam, dibungkus lagi dengan selimut kemudian dilakban," ungkap Wibisono.
Hingga kekinian, penyidik masih melakukan penyelidikan guna mengetahui identitas dan penyebab daripada kematian korban.
"Setelah dilakukan olah TKP Satreskrim Polres Tangsel dan Polsek Pondok Aren, mayat dikirim ke Rumah sakit untuk dilakukan autopsi," pungkasnya.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Tag
Berita Terkait
-
Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Tangsel?
-
Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang
-
Mayat Wanita Membusuk di Kali Pesanggrahan, Suami Histeris di TKP, Ada Apa?
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka
-
Kekeringan di Tangsel Semakin Meluas hingga 30 Titik, 3.423 Jiwa Terdampak
-
Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane
-
10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda
-
PAN Cilegon Bidik Kursi Ketua DPRD dan Wali Kota, Yandri Susanto Dorong Dede Rohana Maju 2029