SuaraBanten.id - Kemacetan di jalan akses menuju tempat wisata yang berada di daerah Kabupaten Pandeglang terjadi pada Minggu (2/8/2020). Kondisi tersebut seperti terjadi di Jalan Raya Pandeglang yang mengalami macet total hingga dua jam.
Seorang warga, Derry mengemukakan, jalur di sepanjang Jalan Raya Pandeglang mengalami kemacetan hingga dua jam. Kendaraan tidak bisa bergerak karena kepadatan yang terjadi di ruas jalan tersebut.
“Kendaraan begitu membludak di jalan raya yang sempit menuju Pandeglang,” ujarnya seperti dilansir Bantennews.co.id-jaringan Suara.com.
Bahkan, lanjutnya, kendaraan dari arah Labuan tidak bisa masuk ke dalam area Kota Pandeglang sehingga dialihkan ke arah Kadubanen, tapi tetap macet.
Selain di kawasan Pandeglang, sehari sebelumnya, pada Sabtu (1/8/2020) pagi, kepadatan arus lalu lintas menuju tempat wisata Provinsi Banten juga terpantau padat. Kepadatan terjadi di wilayah Anyer mulai dari Jalan Lingkar Selatan (JLS) di Kota Cilegon hingga Pasar Anyer, Kabupaten Serang.
Akibat kondisi itu, aparat kepolisian bersama Dinas Perhubungan (Dishub) memberlakukan sistem satu arah. Dari pantauan di lokasi, kendaraan dari JLS, diutamakan untuk masuk ke wilayah Anyer. Kemudian kendaraan dari wilayah Anyer, diberhentikan di depan Hotel Mandalika oleh pihak kepolisian bersama Dishub.
Sistem one way atau satu arah mulai berlaku pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB siang.
"Tadi kepadatan arus lalu lintas sampai JLS, karenanya kita tarik kendaraan untuk ke kawasan pantai," kata Kasatlantas Polres Cilegon, AKP Ali Rahman melalui sambungan telepon, Sabtu (01/08/2020).
Menurut dia, sistem one way diberlakukan secara kondisional, tergantung kepadatan kendaraan yang akan masuk ke wilayah Anyer.
Baca Juga: Pantai Anyer Ramai, Wisatawan Enggan Pakai Masker Meski Diingatkan
Begitupun sore nanti, saat kendaraan wisatawan keluar dari pantai, akan diberlakukan kembali sistem one way oleh pihak kepolisian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Rekor Tiga Kali Selundupkan Sabu dan Ekstasi ke Jakarta, Bareskrim Buru Jaringan Pilot Malaysia
-
Judol dan Pinjol Intai Buruh Banten, Ada Pekerja Terlilit Utang Miliaran hingga Kena PHK
-
Pilot Malaysia Terbangkan Pesawat ke Indonesia dalam Kondisi Positif Kokain hingga Ekstasi
-
Tergiur Upah Rp220 Juta, Pilot Asal Malaysia Nekat Selundupkan 25 Kg Ekstasi ke Indonesia
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon