SuaraBanten.id - Warga Kelurahan Unyur dihebohkan kemunculan buaya yang kerap berjemur di tepian Sungai Cibanten, Kota Serang dalam beberapa waktu terakhir.
Seorang warga Perumahan Kompleks Kidemang, Kelurahan Unyur Koswara mengaku, heran dengan kemunculan buaya disekitar tempat tinggalnya. Menurutnya, penampakan buaya tersebut baru ada sejak satu tahun terakhir. Diduga, jika kemunculan buaya tersebut terbawa saat banjir menerjang daerah tersebut.
"Ada satu tahunan (munculnya buaya). Heran saja di Cibanten ada buaya padahal banyak padat penduduk disini. Kayaknya terbawa banjir, soalnya kalau ada yang sengaja naro disitu ga mungkin," ucapnya, Kamis (30/7/2020).
Ia menduga, jika keberadaan buaya di Sungai Cibanten ada lebih dari satu ekor. Itu dikarenakan, beberapa kali dirinya melihat penampakan buaya dengan ukuran yang berbeda.
"Sering lihat, lagi berjemur gitu. Itu sekitar jam 14.00 WIB sampai sore. Tapi kayaknya ga satu ekor, soalnya beda-beda, yang satu ukurannya sebesar paha, yang satu agak gede," ungkapnya.
Bahkan diterangkan, beberapa kali upaya yang dilakukan warga setempat untuk mengevakuasi buaya di Sungai Cibanten tidak membuahkan hasil. Bahkan, petugas yang mencoba mengevakuasi pun tidak pernah membuahkan hasil.
"Pernah coba nangkap, tapi nihil. Larinya cepat, kehilangan jejak. Ada petugas juga sempet ngecek kesini, tapi tetap nihil, karena buayanya ga menampakkan gitu," ujarnya.
Dia mengaku cemas dengan keberadaan buaya di Sungai Cibanten. Sebab, lokasi terlihatnya buaya dengan aktifitas masyarakat yang sering mandi dan mencuci di sungai hanya berjarak sekitar 500 meter. Sehingga berharap agar petugas berwenang bisa segera mengevakuasi buaya tersebut.
"Khawatir, anak-anak suka mandi sore. Apalagi di Kampung Katulisan, itu yang nyuci di sungai itu banyak. Emang menggangu sih nggak, cuma takut ada apa-apa, namanya juga hewan buas," katanya.
Baca Juga: Warga Labura Sumut Hilang Diterkam Buaya Saat Turun dari Perahu
Kontributor : Sofyan Hadi
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi, Kepala Unit Jadi Tersangka
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
-
Usut Sungai Ciujung yang Hitam dan Bau, DLHK Banten Kantongi 3 Fokus Investigasi
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup