4. Lemak
Anda juga harus melihat kandungan lemak produk. "Tak perlu fobia lemak, karena lemak membuat kenyang dan membantu Anda menyerap vitamin yang larut dalam lemak," kata Dorfman.
Namun, dia menambahkan bahwa Anda tidak perlu lebih dari 40 hingga 60 gram lemak per hari untuk menjadi sehat dan aktif.
Total jumlah lemak bukanlah satu-satunya hal yang harus diperhatikan ketika menyangkut lemak. Anda juga perlu melihat jenis lemak yang ada. Buang makanan yang mengandung lemak trans. Ingat, Anda tidak perlu mengonsumsi lebih dari 6 gram lemak jenuh yang kurang sehat setiap hari.
5. Karbohidrat dan serat
Setelah Anda memeriksa kadar protein dan lemak produk, Anda juga harus melihat kandungan karbohidratnya. Pada informasi nilai guzu, Anda akan melihat total gram karbohidrat serta berapa banyak yang berasal dari serat dan gula.
Dorfman mengatakan untuk tidak memedulikan jumlah total karbohidrat. Sebaliknya, perhatikan karbohidrat yang berasal dari serat dan gula. "Tubuh Anda membutuhkan karbohidrat untuk membakar lemak. Pastikan ada serat di sana," katanya.
Setidaknya, menurut Dorfman, dua (atau tiga) gram serat untuk setiap 100 kalori. Satu studi menemukan bahwa setidaknya satu gram serat untuk setiap 10 gram karbohidrat juga dianggap sebagai rasio yang bermanfaat.
6. Gula Tersembunyi
Baca Juga: Selain Kalori, 7 Informasi Ini Harus Anda Perhatikan pada Label Makanan
Label makanan juga dapat menunjukkan jumlah total gula dalam suatu produk yang ditambahkan oleh produsen makanan. Melalui sedikit riset, Anda dapat mengetahui apakah makanan yang Anda makan telah dibubuhi gula ekstra - bahan yang terkait dengan obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.
Carilah glukosa, fruktosa, dan bahan-bahan lain yang berakhiran "-osa", yang berarti adalah gula tambahan. Bahkan menambahkan gula dari sumber yang tampaknya sehat, seperti madu, harus dibatasi.
7. Bahan
Apa pun yang tertulis pertama kali di daftar bahan atau ingredient, itulah bahan utama makanan tersebut. Sedangkan yang ditulis di akhir biasanya kandungannya paling sedikit. Jika tepung tergigu atau gula berada di urutan teratas, jauhi produk-produk tersebut. Sebaliknya, cari makanan yang mencantumkan jenis makanan utuh sebagai bahan utamanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
Terkini
-
Cuma Bawa Perasaan! Kisah Ferry Mudik ke Lampung Demi Temui Pacar Online untuk Pertama Kali
-
Terjebak Macet ke Merak? Tenang, Ada Dispensasi 12 Jam untuk Tiket Kapal Feri
-
Ogah Macet-Macetan, Pemudik Motor Pilih Lawan Terik Matahari di Ciwandan
-
Pungli Tiket di Ciwandan Terbongkar! GM ASDP Nonaktifkan Petugas dan Tegur Vendor
-
Ogah Terjebak Macet Horor, Ribuan Pemudik Motor 'Serbu' Pelabuhan Ciwandan Lebih Awal