Tetapi, menurutnya yang terpenting, masyarakat tetap menjalankan anjuran pemerintah. Seperti jaga jarak aman dan rajin mencuci tangan. Bahkan, ia berharap lewat Qunutan tersebut masyarakat bisa terhindar dari paparan Covid-19.
"Tidak semua daerah di Banten kena zona merah, ada juga daerah yang zonanya masih hijau dan tetap masih melakukan riungan seperti ini dan mudah-mudahan ada qunutan seperti ini atau sodaqoh kupat mudah-mudahan dapat mencegah dan juga membentengi dari penyakit- penyakit khusus COVID-19. Tentunya kita tetap waspada,"ujarnya.
Siroj melanjutkan, keistimewaan Qunutan menggunakan kupat dianggap tidak cepat basi, karena ada kreativitas yang dibangun, termasuk juga rasa yang berbeda jika menggunakan bahan lain.
"Kenapa menggunakan daun kepala, agar tidak mudah basi, ada kreativitas, kalau dengan bahan lain mudah basi, jika menggunakan bahan lain rasa dan kesan ya juga berbeda. Kalau menggunakan plastik nggak ada bedanya dengan buras. Setiap pagi juga selain bulan puasa buras kan selalu ada," katanya.
Kontributor : Saepulloh
Berita Terkait
-
Tradisi Ramadan di Palestina, Menikmati Kudapan Khas Kunafeh dan Qatayef
-
Menjaga Tradisi Mikraan di Masjid Kota Santri Saat Pandemi Corona
-
Di Pakistan, Lempar Telur Rebus Jadi Bagian dari Tradisi Ramadan
-
Roadha Mas, Tradisi Ramadan di Maladewa Sambil Membaca Puisi Kuno
-
Kental Berbagi, Ini Indahnya Tradisi Ramadan Bersama Warga Sudan
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
-
Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL
-
Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi
-
Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD