SuaraBanten.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjadi kawasan Kejadian Luar Biasa atau KLB virus corona atau covid-19. Sampai kini, 4 warga Banten positif virus corona.
Status KLB virus corona Banten ditetapkan tanpa batas waktu. Masyarakat diminta batasi aktivitas di luar rumah.
"Penetapan KLB sebagai salah satu upaya Pemprov Banten dalam membatasi kecepatan sebaran atau paparan virus Covid-19, terhadap warga masyarakat di Provinsi Banten," kata Gubernur Banten Wahidin Halim dalam siaran persnya, Sabtu (14/3/2020) malam.
Wahidin Halim menghimbau masyarakat melakukan pola hidup bersih dan sehat. Seperti makan dan minuman yang sehat, rajin berolahraga hingga selalu mencuci tangan ketika beraktifitas dimanapun.
"Selalu menjaga kesehatan, mencuci tangan dengan sabun, konsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan berolah raga," terangnya.
Warga Banten pun dihimbau mengurangi aktifitas diluar ruangan, dilokasi umum, dan berkegiatan ditempat keramaian. Begitupun jika ada yang sudah memiliki agenda perjalanan keluar negeri, terutama di negara pandemi virus corona, agar menjadwal ulang.
"Menghimbau masyarakat agar menghindari tempat-tempat pertemuan dan keramaian umum. Diusahakan sedapat mungkin tidak melakukan perjalanan ke daerah yang terkena wabah virus corona covid-19. Masyarakat tetap waspada dan tidak panik," jelasnya.
Sebelumnya, pada Kamis 12 Maret 2020, WH mengumumkan ada empat warga Banten yang dinyatakan positif virus corona. Pasien tersebut sudah dibawa ke RSPI Sulianti Suroso dan RS Persahabatan, Jakarta, untuk ditangani lebih lanjut.
Kemudian, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, dinyatakan positif covid-19 dan kini sedang dalam massa perawatan.
Baca Juga: Pesantren Aa Gym Daarut Tauhiid Lockdown karena Wabah Virus Corona
Kontributor : Yandhi Deslatama
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Kemasan Berkualitas jadi Senjata UMKM Bersaing di Pasar Modern
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Ayah Kritis, Anak di Cilegon Tewas Usai Motornya Ditubruk Mobil Honda CRV