SuaraBanten.id - Ribuan buruh dari kawasan Industri Modern, Serang, Banten berunjuk rasa menolak RUU Omnibus Law. Berbagai organisasi serikat buruh melakukan sweeping ke seluruh industri dan perkantoran yang ada di dalam kawasan industri yang berlokasi di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.
Usai sweeping untuk mengajak buruh lainnya berdemonstrasi menuju Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang, massa berorasi di depan pintu masuk kawasan Industri Modern Cikande.
Bahkan hingga berita ini ditulis, buruh menutup akses keluar dan masuk menuju kawasan industri tersebut. Kemacetan panjang pun terjadi, bahkan Kapolres Serang, AKBP Mariyono, harus turun tangan mengatur arus lalu lintas.
"Kita mengupayakan aksi hari ini tidak ada yang mengganggu ketertiban umum, apalagi sampai mengganggu arus lalu lintas dan kemacetan yang dilakukan oleh massa aksi," kata Kapolres Serang Kabupaten, AKBP Mariyono, ditemui disela-sela mengatur arus lalu lintas, Selasa (03/03/2020).
Massa aksi diimbau tidak menutup arus lalu lintas, akses jalan tol dan mengganggu ketertiban umum selama berdemonstrasi.
Petugas kepolisian juga diminta tidak membawa, apalagi menggunakan senjata api dalam menjaga demonstrasi ribuan buruh di Banten.
"Tidak ada anggota Polri yang membawa senjata api. Provos sudah saya suruh cek, anggota tim khusus dari Brimob menyesuaikan, tapi (penggunaan senjata api) semua atas perintah dari saya sebagai penanggung jawab," ujarnya.
Sedangkan massa aksi buruh dari wilayah Tangerang Raya, masih berada di daerahnya masing-masing. Mereka masih berkumpul dan berencana akan menjemput buruh yang ada di Kabupaten Serang dan Kota Serang. Kemudian mereka akan bertemu di titik aksi di KP3B, Kota Serang, bersama buruh dari Kota Cilegon.
"Belum (berangkat dari Tangerang). Masih di Tangerang," kata Ketua KSPSI Banten, Dedi Sudradjat, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya.
Baca Juga: Miris, Buruh Es Krim AICE Ini Dipecat Usai Mengikuti Aksi Mogok
Kontributor : Yandhi Deslatama
Berita Terkait
-
Miris, Buruh Es Krim AICE Ini Dipecat Usai Mengikuti Aksi Mogok
-
RUU Cipta Kerja, Urgensi dalam Mempercepat Transformasi Ekonomi?
-
Diguyur Hujan Semalaman, Kota Serang Kebanjiran
-
Inilah Rusunawa Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Serang
-
Gegara Hoaks, Antar Saudara Baku Hantam Hingga Akibatkan Rumah Rusak
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Buka Akses Kerja Inklusif, BRI Kembali Gelar Peduli Sahabat Disabilitas
-
Gubernur Banten Bangga Putra Daerah Pandeglang Jadi Kapolri
-
Suyudi Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri, MFF Syndicate Soroti Tantangan Polri ke Depan
-
Dari Kapolda hingga BNN, Golkar Nilai Ketegasan Komjen Suyudi Sangat Dibutuhkan Polri
-
Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal