Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak mendata, luas lahan pertanian yang rusak akibat banjir bandang dan longsor mencapai 897,5 hektar. Itu terdiri dari tanaman padi, jagung, singkong dan pepaya. Kepala Distanbun Lebak Dede Supriatna mengatakan, ratusan hektar lahan pertanian tersebut berada di enam kecamatan terdampak. Kondisinya rusak berat dikarenakan terendam banjir bandang dan tertimbun material longsor.
"Sekitar 890 hektar lahan pertanian padi, sisanya tanaman lain. Kami masih menghitung berapa total kerugiannya," kata Dede kepada Suara.com, Kamis (9/1/2020).
Meski kerusakan tergolong berat, akan tetapi ratusan hektar lahan tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk pertanian. Namun memang, proses pengolahan lahan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
"Prosesnya butuh 1 sampai 2 bulan, tetapi masih bisa digunakan. Kami sedang inventarisir untuk bantuan benih kepada petani, termasuk juga mengusulkan bantuan kepada pemerintah, karena banyak sarana dan prasarana pertanian yang hilang. Seperti pompa-pompa air di pinggir sungai itu hanyut, ini sedang didata oleh bidang sarpras," papar Dede.
Sementara itu, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat mendampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meninjau lokasi terdampak, Selasa (7/1), mengatakan, secara bertahap pemerintah daerah akan melakukan revitalisasi dan normalisasi. Hal ini dilakukan karena kondisi lahan pertanian tertimbun lumpur di atas 60 centimeter.
"Biar bisa ditanami lagi, masyarakat bisa segera beraktivitas pertaniannya. Sehingga, target swasembada pangan yang ingin kita capai bisa terealisasi dan dilakukan peningkatan," kata Iti.
Kontributor : Deni Tarudin
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Polisi Ungkap Peran Tersangka Kasus Injak Al-Qur'an: Ada yang Memerintah, Ada yang Melakukan
-
Kelakuan Bejat Mahasiswa Untirta: Tak Hanya Rekam Dosen di Toilet, Pernah Beraksi di SPBU
-
Mahasiswa Perekam Dosen di Toilet Untirta Segera Jadi Tersangka
-
ASN Kota Tangerang Mulai WFH, Cek Daftar Layanan yang Tetap Buka
-
PAN Cilegon Target Kader Aktif Bermedsos dan Nyambung dengan Anak Muda