SuaraBanten.id - Warga di sekitar Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Nawawi al-Bantani yang terletak di Desa Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten menaruh harapan besar usai Ma'ruf Amin resmi dilantik sebagai Wakil Presiden RI 2019-2024.
Ponpes tersebut diketahui adalah milik dari Ma'ruf Amin yang selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh kiai besar di Indonesia.
Salah satu warga di sekitar Ponpes Syekh Nawawi al-Bantani, Muhijah (47) berharap, setelah Abah Haji (panggilan Ma'ruf Amin), bahan sembako semakin murah dan para remajanya mudah mendapatkan pekerjaan.
"Pengennya mah sembako murah, remaja nya enggak pengangguran. Sekarang kan yang remaja ngelamar kerjaan sudah. Tanara-nya jadi berkembang," kata Muhijah, ditemui di depan Ponpes Syekh Nawawi al-Batani, Minggu (20/10/2019).
Muhijah bercerita, saat Abah Haji atau Ma'ruf Amin belum menjadi wapres, dia kerap kali berolah raga dan berjalan santai bersama istrinya, mengelilingi kampung di sekitar ponpes. Warga pun tak segan berjabat tangan dengan Abah Haji, begitupun sebaliknya, Kiai Ma'ruf Amin tanpa batasan menyapa warga.
Namun kini, warga merasa sungkan jika menyapa dan berjabat tangan dengan Abah Haji, usai dilantik menjadi wapres.
"Dulu tiap pagi sering muter olahraga pagi sama istrinya. Saya aja suka cium tangan sama Abah Haji. Kalau sekarang kan sungkan yah, soalnya udah jadi wakil (wapres)," ungkapnya.
Muhijah merupakan pedagang kecil di depan Ponpes Syekh Nawawi al-Bantani, dia menggantungkan hidupnya dari berjualan minuman dan kopi. Begitupun dengan rekan sesama pedagangnya, Bayinah (35).
Rumahnya hanya terpisahkan sungai yang ada di depan Ponpes, tepatnya di RT 02 RW 05, Desa Jenggot, Kecamatan Mekarbaru.
Baca Juga: Jokowi Umumkan Menteri Baru Bersama Maruf Amin Senin Pagi
Muhijah dan Bayinah sama-sama berharap, setelah Ma'ruf Amin menjadi wapres, dia bersama pedagang lainnya masih bisa berjualan di depan Ponpes Syekh Nawawi al-Bantani.
"Saya jualan di sini, di tempat Abah, walaupun sudah jadi wakil, bisa tetep jualan. Kan katanya (info yang beredar di pedagang) setelah Abah dilantik kita enggak bisa jualan lagi," kata Bayinah.
Bayinah sangat berterima kasih dengan Abah Haji, yang memberikan pendidikan gratis di Ponpes Syekh Nawawi al-Bantani, bagi warga sekitar Tanara. Sehingga tidak memberatkan ekonomi masyarakat kecil.
Dia pun berharap, setelah Kyai Ma'ruf menjadi wapres, semakin banyak bantuan yang diberikan kepada rakyat Indonesia dan wilayah Tanara bisa di tata lebih baik lagi.
"Harapannya barang-barang pada murah, banyak bantuan, ada kerjaan di sini. Semoga sehat semua, kitanya, abahnya. Usahanya sama-sama lancar. Bantuannya apa, yang penting ada bantuannya," katanya.
Kontributor : Yandhi Deslatama
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
-
Usut Sungai Ciujung yang Hitam dan Bau, DLHK Banten Kantongi 3 Fokus Investigasi
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat