"Mau diapain lagi. Memang sudah musimnya kemarau. Tapi saya udah buat bor (galian air) sedalam 12 meter disini, emang agak susah tapi ini cara satu satunya agar bisa tetap bertani," ucapnya.
Meminta Bantuan Pemerintah Daerah
Tinang berharap hambatan yang dihadapinya dan para petani lain di desa bisa mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah. Terlebih lagi tidak sedikit yang menggantungkan hidupnya dari hasil bertani," uapnya.
Bantuan yang dimaksud Tinang, tidaklah lain berupa bibit kebutuhan pokok yang dianggap harganya melambung tinggi dan juga alat penyedot air (diesel) untuk dapat tetap bertani.
"Bibitnya mahal banget pak, terus kalau mau nyiram juga harus pake pompa penyedot yang kita sewa. Semoga pemerintah dapat membantu meringankan beban kami," jelasnya.
Kontributor : Muhammad Iqbal
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu