"Mau diapain lagi. Memang sudah musimnya kemarau. Tapi saya udah buat bor (galian air) sedalam 12 meter disini, emang agak susah tapi ini cara satu satunya agar bisa tetap bertani," ucapnya.
Meminta Bantuan Pemerintah Daerah
Tinang berharap hambatan yang dihadapinya dan para petani lain di desa bisa mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah. Terlebih lagi tidak sedikit yang menggantungkan hidupnya dari hasil bertani," uapnya.
Bantuan yang dimaksud Tinang, tidaklah lain berupa bibit kebutuhan pokok yang dianggap harganya melambung tinggi dan juga alat penyedot air (diesel) untuk dapat tetap bertani.
"Bibitnya mahal banget pak, terus kalau mau nyiram juga harus pake pompa penyedot yang kita sewa. Semoga pemerintah dapat membantu meringankan beban kami," jelasnya.
Kontributor : Muhammad Iqbal
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Polisi Ungkap Peran Tersangka Kasus Injak Al-Qur'an: Ada yang Memerintah, Ada yang Melakukan
-
Kelakuan Bejat Mahasiswa Untirta: Tak Hanya Rekam Dosen di Toilet, Pernah Beraksi di SPBU
-
Mahasiswa Perekam Dosen di Toilet Untirta Segera Jadi Tersangka
-
ASN Kota Tangerang Mulai WFH, Cek Daftar Layanan yang Tetap Buka
-
PAN Cilegon Target Kader Aktif Bermedsos dan Nyambung dengan Anak Muda