Tidak berbeda dengan Tinang, Sugandi juga mengatakan hal sama. Sulitnya mendapat air menjadi permasalahan utama dalam bertani, bahkan dirinya harus rela merogoh kocek untuk membeli air agar tanamannya tetap tersiram.
"Ya musim kemarau begini memang sulit air. Biasanya kami membeli air dari kali sana (menyewa disel untuk menyedot air)," ujarnya.
Namun begitu dirinya mengaku tak dapat berbuat banyak, pasalnya kala musim kemarau tiba para petani di tempat ini pasti mengalami masa sulit.
"Sudah biasa. Ya mau gimana lagi, hidup kita dari bertani. Kalau memang rejeki ya nanti buahnya bisa kita panen," tukasnya.
Baca Juga: Situ Cijoro Kekeringan, Ratusan Hektare Sawah di Lebak Terancam
Namun begitu Tinang mengaku tak dapat berbuat banyak dari kekeringan ini, ia hanya berupaya membuat galian sebagai sumber air. Meskipun modal yang ia keluarkan hingga 30 juta untuk sekali menanam, dirinya akan tetap bertani agar dapat melanjutkan hidup.
"Mau diapain lagi. Memang sudah musimnya kemarau. Tapi saya udah buat bor (galian air) sedalam 12 meter disini, emang agak susah tapi ini cara satu satunya agar bisa tetap bertani," ucapnya.
Meminta Bantuan Pemerintah Daerah
Tinang berharap hambatan yang dihadapinya dan para petani lain di desa bisa mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah. Terlebih lagi tidak sedikit yang menggantungkan hidupnya dari hasil bertani," uapnya.
Bantuan yang dimaksud Tinang, tidaklah lain berupa bibit kebutuhan pokok yang dianggap harganya melambung tinggi dan juga alat penyedot air (diesel) untuk dapat tetap bertani.
Baca Juga: Ribuan Hektare Sawah di Gunungkidul Gagal Panen, Petani Rugi Rp 28 Miliar
"Bibitnya mahal banget pak, terus kalau mau nyiram juga harus pake pompa penyedot yang kita sewa. Semoga pemerintah dapat membantu meringankan beban kami," jelasnya.
Berita Terkait
-
Tak Lagi Khawatir Kekeringan Air, Pertamina Bangun Sanitasi Air Bersih di 131 Daerah
-
Krisis Air dan Dampaknya: Ketika Pendidikan Anak Tergadai oleh Kekeringan
-
Berkat Sumur Wakaf Dompet Dhuafa dan Kybar Tani Mandiri, Kini Warga Gunung Kidul dan Bantul Tak Risau Hadapi Kemarau
-
Krisis Air Serbia Makin Parah: Bagaimana Nasib Ribuan Ternak?
-
Parah! 7 Provinsi di Indonesia Kekeringan Ekstrem, 2 Bulan Tak Diguyur Hujan
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Kolaborasi dengan BRI Antarkan Desa Wunut Jadi Desa dengan Pembangunan Berkelanjutan
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Sukses Perkenalkan Minyak Telon Lokal, Habbie
-
Kawasan Banten Lama Dipadati Ribuan Peziarah Pada Libur Lebaran
-
Pulau Merak Besar dan Pulau Merak Kecil Dipadati Ribuan Wisatawan
-
Perayaan HUT Kabupaten Pandeglang Bakal Digelar Sederhana, Buntut Efisiensi Anggaran