Sepekan Tak Turun Hujan Petani di Lebak Menjerit, Khawatir Sawah Kekeringan

Ketua Kelompok Tani Blok Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak Ahmad mengatakan, para petani khawatir padi yang telah mereka tanam gagal panen karena kekeringan.

Hairul Alwan
Minggu, 17 Desember 2023 | 23:27 WIB
Sepekan Tak Turun Hujan Petani di Lebak Menjerit, Khawatir Sawah Kekeringan
Ilustrasi sawah kekeringan- Petani di Kabupaten Lebak, Banten khawatir sawah kekeringan dan puso lantaran sepekan terakhir tak diguyur hujan. [Antara]

SuaraBanten.id - Setelah sekira sepekan Kabupaten Lebak, Banten tak diguyur hujan, sejumlah petani di Kabupaten Lebak khawatir padi yang telah ditanam yang berusia 14 hari mengalami kekeringan atau puso.

Ketua Kelompok Tani Blok Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak Ahmad mengatakan, para petani khawatir padi yang telah mereka tanam gagal panen lantaran tidak tumbuh dan mati karena kekeringan.

"Kita memperkirakan Desember 2023 curah hujan tinggi, namun satu pekan lebih tidak turun hujan," kata Ahmad dikutip dari ANTARA, Minggu (17/12/2023).

Kata Ahmad, areal tanaman padi di wilayahnya sekitar 25 hektare terancam kekeringan dan berpotensi puso.

Padahal, pada November hingga awal Desember 2023 lalu curah hujan cukup tinggi mengguyur Lebak, Banten hingga petani melakukan gerakan percepatan tanam.

Jika dua pekan ke depan tidak turun hujan dipastikan areal persawahan para petani di Lebak mengalami kekeringan.

"Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan benih jika mengalami puso guna mengurangi ekonomi petani," katanya menjelaskan.

Hal serupa juga dialami petani lainnya di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak Suherman (55) mengatakan saat ini areal persawahan di wilayahnya terjadi kekeringan dan memastikan tanaman padi berusia rata-rata 20 hari setelah tanam tidak tumbuh.

"Kami merasa bingung sebelumnya tanam Agustus 2023 lalu terjadi puso akibat dampak kemarau panjang atau La Nina, namun kini kembali dilanda kekeringan," kata Suherman.

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan pihaknya kini melakukan pemantauan di sejumlah kecamatan sehubungan dua pekan terakhir ini tidak ada turun hujan.

Dalam pemantauan itu diperkirakan angka tanam sekitar 20 ribu hektare dan kini di antaranya terdapat areal persawahan yang mengalami kekeringan sehingga terancam tanaman padi mati.

Selain itu juga ada areal persawahan yang masih memiliki pasokan air dari irigasi maupun aliran sungai melalui penyedotan dengan menggunakan pompa air.

"Kami kemungkinan akan melakukan pompa pantek di daerah rawan kekeringan agar tanaman padi bisa terpenuhi persediaan air, sehingga dapat menyelamatkan produksi pangan," kata Deni. (ANTARA)

Baca Juga:Cerita Muhyani Saat Ditahan, Syok Hingga Dapat Dukungan dan dari Tahanan Lain

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak