"Secara etika politik itu perlu dikoreksi, justru dengan begitu Wali Kota Serang punya tanggungjawab moral terhadap anaknya. Karena kalau tidak bagus (saat terpilih dan menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Banten), maka moral bapaknya dipertanyakan," ungkap Muharam.
Bahkan, Dosen Universitas Primagraha (UPG) Serang itu menyebut prilaku Syafrudin merupakan hal yang tidak pantas dilakukan oleh seorang kepala daerah lantaran turut mempromosikan seorang bacaleg di setiap kunjungan ke masyarakat.
"Membawa calon legislatif, kembali ke etika politik, itu tidak pantas. Dengan begini dia (Syafrudin) mempertaruhkan moralnya juga. Kita gak tahu barang yang ditawarkannya ini siapa? Meskipun anaknya, ya kita harus tahu juga track recordnya," ungkap Muharam.
Diketahui, momen Wali Kota Serang turut memboyong sang putra yang maju di Pileg DPRD Banten 2024 saat melakukan kunjungan ke masyatakat turut diunggah oleh akun Instagram @prokopimserang yang merupakan akun resmi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Serang. Meski demikian, berdasarkan pantauan SuaraBanten.id sejak Rabu (11/10/2023), unggahan tersebut telah dihapus.
Baca Juga:Daftar Indomaret 24 Jam Terdekat Lebak, Lengkap dengan Rincian Alamat
Kontributor: Yandi Sofyan