Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

3 Negara yang Punya Populasi Jomblo Terbanyak, Termasuk Indonesia?

Hairul Alwan Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:59 WIB

3 Negara yang Punya Populasi Jomblo Terbanyak, Termasuk Indonesia?
Ilustrasi Jomblo (Pixabay.com)

Bahkan negara dengan tingkat ekonomi yang baik bukan berarti dapat menjadi kunci bisa mendapat pasangan.

SuaraBanten.id - Kata jomblo memang selalu menjadi bahan yang tak akan habis dibicarakan. Kata "jomblo" mungkin tidak akan ditemukan di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tapi hampir semua orang tau arti dari kata jomblo.

Namun ternyata ada beberapa negara yang memiliki populasi orang jomblo terbanyak di dunia. Bahkan negara dengan tingkat ekonomi yang baik bukan berarti dapat menjadi kunci bisa mendapat pasangan.

Dikutip dari unggahan video akun TikTok @evindikmanto2 yang belakangan viral. Ada 3 negara di dunia yang banyak memiliki masyarakat yang belum memiliki pasangan atau menjomblo, bahkan pemerintah negara tersebut sampai harus turun tangan untuk menanggulanginya. Simak ulasan selengkapnya.

1.Jepang

Baca Juga: Wajah Baru Pecahan Uang Kertas Tahun Emisi 2022

Negara sakura ini merupakan salah satu negara yang darurat pasangan. Dari 127 juta penduduk di Jepang sekitar 31 Persen adalah kaum jomblo. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah Jepang bahkan memberikan bantuan sejumlah dana, dari dana kelahiran bahkan cuti sampai sebulan bagi mereka yang menikah dan memiliki anak.

2. Inggris

Meskipun terkenal sebagai negara yang maju ternyata masih banyak warga Inggris yang belum memiliki pasangan. Dari 53 juta penduduk, sekitar 34 persen warga Inggris adalah jomblo. Hampir sama dengan Jepang, pemerintah Inggris mengatasinya dengan cara memberikan banyak tunjangan bagi mereka yang menikah dan memiliki anak.

3. Swedia

Dikenal dengan negara yang dingin tak membuat warganya tertarik untuk memiliki pasangan. Swedia sendiri merupakan negara dengan persentase jomblo tertinggi di dunia. Total 1,9 juta penduduk 47 persen dari warganya adalah jomblo.

Baca Juga: Mengenang Momen Timnas Indonesia Hancur Lebur di Kualifikasi Piala Asia pasca Juara Piala AFF U-22

Nah untuk mengatasi hal tersebut pemerintah setempat sampai mengurangi jam kerja menjadi 6 jam saja setiap harinya. Hal tersebut dimaksudkan supaya para penduduk dapat melakukan banyak hal lain seperti mencari pasangan dan berkeluarga.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait