Setelah itu, Sarmili kemudian kembali di rujuk ke RSUD Tangsel di Pamulang karena kondisinya semakin memburuk. Lalu kemudian Sarmili menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (29/3/2021) malam.
Disebut-sebut, Sarmili bahkan mengalami penghitaman kulit seperti terbakar dibagian pundak dan leher. Hal itu pun juga dibenarkan oleh Ita.
"Memang betul," singkatnya membenarkan lantaran tak mau mengingat lagi sakit yang dialami suaminya itu.
Ita menuturkan, dari sejumlah tempat yang menjadi tempat perawatan suaminya itu dilakukan tes swab dan semuanya negatif Covid-19.
Baca Juga:Fakta Baru Satpam SMPN 11 Meninggal Habis Divaksin Punya Penyakit Ini
"Hasil swab di rumah sakit negatif 3 kali," tuturnya.
Meski begitu, Ita enggan memaparkan lebih lanjut lantaran dirinya sudah capek dan lelah. Dia dan keluarganya mengaku, ikhlas atas meninggalnya suaminya itu.
"Entah emang udah takdir, udah nasib. Kalau ada ini itu, saya udah sampai ini aja. Saya maaf banget beribu-ribu minta maaf. Pokoknya intinya atas nama keluarga cukup. Saya udah lelah, udah capek. Intinya udah cukup tahu, dari siang bulak-balik ke sini, saya capek. Saya pengen suami saya tenang, saya udah ikhlas," ungkapnya sambil menahan tangis sambil meminta maaf kepada awak media yang meminta konfirmasi.
Peninggalnya Sarmili usai divaksin pun dibenarkan oleh Humas SMPN 11 Kota Tangsel Salim. Menurutnya, Sarmili memang sudah dalam keadaan tidak sehat sebelum divaksin.
Sehingga penyebab meninggal bukan karena vaksin, tetapi karena sudah dalam keadaan tidak sehat.
Baca Juga:Satpam SMPN 11 Tangsel Wafat Usai Vaksinasi, Ini Klarifikasi Pihak Sekolah
"Itu yang perlu dikoreksi. Kalau seperti itu seakan-akan penyebabnya vaksin. Yang dari sekolah itu, kami yang berkomunikasi dengan almarhum. (Sarmili) vaksin tanggal 3 Maret 2021 beberapa hari selebum vaksinasi termasuk hari H (vaksinasi) kurang sehat. Itu menurut teman-teman yang sering berinteraksi dengan dia," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (1/4/2021).