Pentingnya Riset Teknologi Kesehatan Saat Pandemi Covid-19

Menristek Bambang Brodjonegoro menekankan pentingnya riset di bidang teknologi kesehatan untuk menghadapi pandemi Covid-19.

M. Reza Sulaiman
Selasa, 06 Oktober 2020 | 18:07 WIB
Pentingnya Riset Teknologi Kesehatan Saat Pandemi Covid-19
Menristek Bambang Brodjonegoro dalam konferensi online via YouTube, Senin (6/4/2020). [Kemenristek]

"Semangat kerja sama menjadi sangat kuat di masa pandemi, alasannya sederhana, karena biasanya para peneliti sibuk sendiri-sendiri dengan minat dan topik yang diminati. Namun, saat ini para peneliti memiliki musuh bersama yaitu Covid-19," tuturnya.

Masa pandemi Covid–19 telah mendorong peran ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi lebih kuat dengan adanya kolaborasi dan sinergi antar peneliti dari berbagai disiplin ilmu.

"Indonesia belum pernah membuat ventilator selama masa pandemi. Tetapi karena kebutuhan ventilator sangat dibutuhkan, kami harus membuat ventilator dalam kurun waktu tiga bulan. Akhirnya para peneliti kami berhasil membuat ventilator sendiri dan Indonesia dapat memproduksi ventilator untuk kebutuhan pasien Covid-19," ujar Menristek Bambang.

Sementara pada pertemuan 17th Science and Technology Minister Roundtable, Menteri Bambang mengatakan Covid-19 merupakan tantangan besar bagi negara-negara di seluruh dunia.

Baca Juga:Tingkat Kemanjuran Vaksin Covid-19 Indonesia Ditargetkan Capai 70 Persen

Namun demikian, pandemi itu juga dapat menjadi peluang terlebih bagi Indonesia untuk mendorong transformasi digital dan menciptakan ekosistem ekonomi minim kontak yang merupakan salah satu penggerak menuju ekonomi berbasis inovasi yang berkelanjutan.

Menteri Bambang menuturkan upaya yang telah dilakukan oleh Indonesia dalam merespon situasi pandemi Covid-19, antara lain melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid–19 Kementerian Riset dan Teknologi, Indonesia telah mengembangkan lebih dari 61 inovasi selama masa pandemi dengan pendekatan triple-helix.

"Saat ini kami juga sedang berupaya mengembangkan vaksin melalui dua jalur, yaitu berkolaborasi dengan negara lain. Serta di sisi lain, kami juga mengembangkan vaksin sendiri, vaksin Merah Putih yang telah mencapai kemajuan 50 persen," ujarnya.

Menteri Bambang berharap agar negara-negara dapat saling berkomitmen untuk berkolaborasi dengan lebih banyak entitas di seluruh dunia khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk dapat meneruskan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mengatasi masalah di masa yang akan datang.

Pertemuan itu dipimpin oleh Menteri Negara bidang Kebijakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang Inoue Shinji. Pertemuan itu dihadiri oleh sejumlah perwakilan menteri di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi maupun pejabat setara dari 35 negara yang berpartisipasi, seperti Angola, Brasil, India, Kanada, dan Rusia. [ANTARA]

Baca Juga:Walk Out Paripurna, Fraksi Demokrat: Pimpinan DPR Sewenang-Wenang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak