SuaraBanten.id - Aura Indah permata alias Andi Aulis membuat heboh lantaran membuat laporan palsu ke Polsek Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten pada Sabtu sore (29/02) soal kasus penculikan bayi.
Rekayasa itu bahkan sempat viral di media sosial.
Saat berada di Polsek Pamulang, Aura mengaku berada di angkot, lalu dirinya tak sadar jika dihipnotis oleh orang tak dikenal.
Polisi yang merasa janggal dengan laporannya akhirnya menelusuri laporan tersebut dan menemukan fakta bahwa Aura telah melakukan kebohongan.
Baca Juga:Tak Digondol Semua, Maling Hanya Pereteli Ban dan Aksesoris Mobil Ini
Hal itu terkuak dari keterangan saksi seperti suami, kakak kandung bahkan tetangga terdekat. Dari hasil penyelidikan, polisi menyatakan bahwa Aura telah berbohong mempunyai anak dan mengandung.
Kapolsek Pamulang Kompol Hadi Supriatna mengatakan motif Aura berbohong karena ingin bertemu dengan kakak kandungnya. Kepada sang kakak, Aura mengaku sudah hamil dan telah melahirkan bayi berusia lima bulan.
Lantaran khawatir ditanyakan soal kondisi bayinya, Aura akhirnya membuat laporan palsu ke polisi yang merasa bayinya telah diculik.
"Setelah pengecekan sampai setengah satu malam atau jam dua, kita dapatkan beberapa saksi yang tinggal dengan pelapor, suaminya kami panggil, kakaknya juga kami panggil, dari keterangan saksi mengatakan bahwa ibu Aura tidak pernah hamil dan akhirnya dia mengakui bahwa itu semua rekayasa," kata Kompol Hadi Supriatna, Kapolsek Pamulang, Minggu (1/2/2020).
Polisi juga menemukan fakta baru terkait kebohongan yang dirancang Aura. Ternyata, wanita ini kerap mendapatkan kiriman uang dari sang kakak lantaran mengaku untuk kebutuhan bayi yang dikandungnya.
Baca Juga:Maling Bau Kencur Perkosa Nenek-nenek, Korban Mati Lemas karena Dicekik
"Ya sebagai kakak pelapor, mengirimkan sejumlah uang untuk kebutuhannya terutama saat ketika hamil," kata dia.
Menurut Hadi polisi akan memberikan sebuah ganjarann atas laporan palsu yang di lakukan oleh Aura Indah permata atas laporan tersebut, saat ini menurutnya pihak kepolisian akan terus melakukan penelusuran terhadap kasus tersebut.
Kontributor : Fadzar Ilham