- KMP Batumandi terbakar di perairan Pulau Merak Besar, Kota Cilegon, pada Selasa (20/10/2026).
- Penumpang bernama Gina dan keluarganya mengalami kepanikan akibat kepulan asap hitam serta suara ledakan berkali-kali.
- Korban berhasil dievakuasi dengan selamat oleh kapal nelayan setelah menunggu selama hampir 30 menit.
SuaraBanten.id - Kebakaran KMP Batumandi di perairan Pulau Merak Besar, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026), menyisakan pengalaman mencekam bagi para penumpangnya. Asap hitam yang memenuhi kapal hingga suara ledakan berkali-kali membuat penumpang panik dan berusaha menyelamatkan diri.
Salah seorang penumpang, Gina (43), yang melakukan perjalanan dari Lampung menuju Depok, menceritakan detik-detik saat kebakaran terjadi. Ketika itu, ia bersama keluarganya sedang duduk di sebuah lounge di dalam kapal sambil menunggu proses sandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak.
Situasi awalnya masih normal hingga terdengar bunyi alarm tanda bahaya tak lama setelah pengumuman bahwa kapal akan bersandar.
"Posisi kita di lounge, terus ada pemberitahuan mau sandar, terus enggak lama setelah pemberitahuan sandar itu ada bunyi kring itu. Terus ada petugas lewat, enggak tahu OB, enggak tahu apa, terus kita tanya 'kenapa, Mbak?', katanya 'enggak tahu, kayaknya kepencet'," kata Gina saat ditemui di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Selasa (20/10/2026) malam.
Saat itu, Gina mengaku belum mengetahui adanya kebakaran di dalam kapal. Ia baru menyadari situasi berbahaya setelah keponakannya berlari dari bagian buritan menuju lounge dan memberitahukan bahwa terjadi kebakaran di dek kendaraan.
Gina bersama keluarganya kemudian bergegas menuju mobil untuk bersiap turun saat kapal bersandar. Namun, mereka mendapati asap hitam sudah memenuhi area parkir kendaraan sehingga terpaksa keluar dari mobil dan bergerak ke bagian belakang kapal mengikuti arahan petugas.
"Kami keluar karena mau sandar, ponakan saya dari luar lari masuk, kebakaran katanya. Terus kami turun ke mobil karena mau sandar, tapi di mobil itu udah ngebul asap hitam. Akhirnya kami mundur ke belakang ngikutin arahan," ujarnya.
Di bagian belakang kapal, Gina melihat sejumlah penumpang telah berkumpul. Mereka juga mulai membagikan jaket pelampung di tengah situasi yang semakin tidak terkendali.
"Ternyata di situ udah pada ngumpul, udah bagi-bagi life jacket itu, ya semua udah teriak heboh, udah panik," imbuhnya.
Baca Juga: ASDP Ungkap Detik-Detik Awal Kebakaran KMP Batumandi di Perairan Merak
Menurut Gina, asap sempat mereda setelah sekitar 10 menit. Namun, situasi kembali mencekam ketika terdengar suara ledakan berkali-kali yang diduganya berasal dari kendaraan di dalam kapal.
Suara ledakan tersebut membuat para penumpang semakin panik. Gina bersama keluarganya kemudian naik ke bagian atas kapal, tepatnya di area anjungan dekat tempat nahkoda, untuk menghindari kepulan asap.
"Awalnya sekitar 10 menit, hampir reda tuh asapnya, eh enggak lama ada ledakan, ya udah ngebul lagi asapnya. Enggak tahu dari mana, dari kendaraan kayaknya. Banyak suara ledakannya berkali-kali. Sampai kami naik ke atas, ke bagian anjungan kapten karena kata kakak saya disuruh naik untuk menghindari asap itu," ucap Gina.
Gina mengaku berada dalam situasi mencekam selama hampir 30 menit sebelum proses evakuasi tiba. Ia bersama keluarganya akhirnya berhasil diselamatkan menggunakan kapal nelayan setempat yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Meski berhasil selamat, Gina mengaku belum mengetahui kondisi mobil dan barang-barang pribadinya yang masih tertinggal di dalam kapal. Saat menyelamatkan diri, ia dan keluarganya hanya membawa barang-barang yang melekat di badan.
"Ada sekitar 30 menit lah kita nunggu dievakuasi, udah luar biasa panik, karena asap banget, udah panas banget, ditambah suara meledak-ledak, wah tambah panik. Tapi alhamdulillah masih diberi selamat, barang-barang masih di kapal, masih di mobil semua, yang dibawa yang di badan aja," tandasnya.
Berita Terkait
-
ASDP Ungkap Detik-Detik Awal Kebakaran KMP Batumandi di Perairan Merak
-
KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, Penumpang Dievakuasi
-
8 Fasilitas Banten International Stadium Rusak akibat Kericuhan Suporter Persita vs Persija
-
Wamenko Pangan Minta Industri Peleburan Besi Angkat Kaki dari Jabodetabek, Ini Alasannya
-
Dua Pemuda Sajira dan Warunggunung Diciduk Tim Penyidik Polres Lebak Saat Bawa Tembakau Sintetis
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
- Apakah 180 BPM Normal saat Lari? Ini Cara Menghitung Heart Rate Sesuai Usia
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Cerita Penumpang KMP Batumandi Terbakar, Asap Tebal dan Ledakan Bikin Panik
-
ASDP Ungkap Detik-Detik Awal Kebakaran KMP Batumandi di Perairan Merak
-
KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, Penumpang Dievakuasi
-
UMKM Binaan Astra Catat Potensi Transaksi Rp104,9 Miliar di Trade Expo Indonesia 2026
-
8 Fasilitas Banten International Stadium Rusak akibat Kericuhan Suporter Persita vs Persija