Andi Ahmad S
Kamis, 10 September 2026 | 20:19 WIB
TNI Angkatan Laut menemukan sebuah rompi pelampung berwarna oranye di perairan Cikoneng-Labuan, dekat wilayah Anyer, Banten, pada Kamis (10/9/2026). [Ist]
Baca 10 detik
  • Tim SAR KAL Anyer TNI AL menemukan dua benda mencurigakan di Perairan Anyer pada Kamis sore, 10 September 2026.
  • Penemuan tersebut terjadi selama pencarian kapal Arupadhatu 1 yang membawa delapan orang dan hilang kontak di Selat Sunda.
  • Danlanal Banten menyatakan barang temuan belum dipastikan milik korban karena masih harus melalui proses identifikasi dan pencocokan.

SuaraBanten.id - Kapal tim SAR KAL Anyer milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) menemukan 2 benda berupa botol plastik berwarna putih dan sebuah pelampung berwarna orange saat tengah melakukan pencarian para penumpang kapal Arupadhatu 1 di Perairan Anyer, Kabupaten Serang pada Kamis (10/9/2026) sore.

Untuk diketahui, kapal Arupadhatu 1 yang mengangkut 5 jurnalis, 1 tour guide dan 2 ABK tersebut dinyatakan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda pada Senin (7/9/2026).

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan, penemuan 2 benda tersebut berada sekitar 7,05 nautical mile (NM) di sisi Barat Laut Anyer dengan posisi mengambang.

Meski begitu, ditegaskan Wawan, kedua benda tersebut belum bisa dinyatakan sebagai barang yang berasal dari kapal Arupadhatu 1 yang ditumpangi oleh para korban lantaran masih akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

"Untuk temuan tim KAL Anyer, saat ini masih aian dilaksanakan identifikasi terlebih dahulu, jadi kejelasannya mohon menunggu. Mengingat posisi penemuannya cukup jauh dari lokasi kejadian," kata Wawan, Kamis (10/9/2026).

"Di lokasi yang ditemukan itu baru 1 buah life jacket (pelampung) tanpa identitas dan 1 buah botol tabung putih yang sepertinya hal itu masih umum digunakan oleh nelayan. Jadi kita belum bisa mendeclair itu barang yang berkaitan dengan korban," sambungnya.

Meski begitu, disampaikan Wawan, pihaknya terlebih dahulu akan mencocokkan temuan life jacket (pelampung) tersebut dengan perlengkapan di kapal Arupadhatu 1 kepada pemilik kapal secara langsung.

"Makanya kita membandingkan dulu, akan mengecek dulu, dikumpulkan di posko, tidak langsung kita merilis. Karena kita akan menanyakan ke pemilik kapal apakah betul barang tersebut milik kapal yang disewa pada hari Senin," terangnya.

Diakui Wawan, sampai saat ini tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah dan belum menemukan titik terang berupa benda-benda yang berkaitan langsung dengan para korban hilang.

Baca Juga: Nihil Hasil dari Udara, Helikopter Basarnas Belum Temukan Tanda Rombongan Jurnalis di Anak Krakatau

"Sementara ini belum ada (temuan barang milik korban), jadi teman-teman di lapangan masih melakukan penyisiran," tandasnya.

Kontributor : Yandi Sofyan

Load More