- PVMBG menetapkan status Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tetap Siaga dengan larangan radius tiga kilometer.
- Petugas PGA Deni Mardiono melarang masyarakat dan wisatawan mendekati kawah demi menjaga keselamatan bersama di Banten.
- Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan kawasan wisata Pantai Carita di Pandeglang menjadi sepi pengunjung sejak tujuh hari terakhir.
SuaraBanten.id - Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda hingga kini masih berstatus Level III (Siaga) berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Anak Krakatau, Deni Mardiono, mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati kawasan berbahaya tersebut. Petugas menetapkan batas aman dan melarang aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.
"Kami sangat berharap masyarakat dan wisatawan dapat mematuhi larangan ini demi keselamatan bersama," tegas Deni di Pasauran, Anyer, Banten.
Abang, petugas Obyek Wisata Pasir Putih kawasan Pantai Carita Pandeglang mengatakan beberapa hari terakhir pengunjung wisatawan tampak sepi, terutama dampak meningkatnya erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Biasanya, wisatawan setiap akhir pekan ramai, namun kini sepi dan hanya beberapa pengunjung.
"Kita sudah tujuh hari ini relatif sedikit pengunjung ke sini," kata Abang.
Begitu juga pengelola objek wisata di Pantai Carita, Fatimah mengaku sepinya pengunjung wisata akibat dampak erupsi GAK,sehingga pengunjung merasa ketakutan.
Namun demikian, pihaknya berdasarkan pengalaman bencana tsunami 2018, objek wisata Pantai Carita banyak dikunjungi.
Keunggulan panorama kawasan Pantai Carita di pesisir barat Banten cukup indah dan alami serta memiliki keunikan juga daya tarik.
Baca Juga: Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemprov Banten Liburkan Sekolah dan Terapkan PJJ 3 Hari
Selain itu juga lokasi Pantai Carita sangat mudah dilintasi kendaraan juga tidak begitu jauh dengan DKI Jakarta.
"Kami berkeyakinan satu bulan kunjungan wisata Pantai Carita meningkat," katanya. [Antara].
Berita Terkait
-
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemprov Banten Liburkan Sekolah dan Terapkan PJJ 3 Hari
-
Abu Gunung Anak Krakatau Sampai Banten, Armada Misting Diterjunkan Semprotkan Air
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berdampak ke Pendidikan Tangerang, TK-SMP Wajib PJJ
-
Imbas Hujan Abu Anak Krakatau, Sekolah di Kota Serang Banten Besok Diliburkan
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Guyur Pandeglang, Mata Perih Hingga Lidah Terasa Berpasir
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemprov Banten Liburkan Sekolah dan Terapkan PJJ 3 Hari
-
Abu Gunung Anak Krakatau Sampai Banten, Armada Misting Diterjunkan Semprotkan Air
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berdampak ke Pendidikan Tangerang, TK-SMP Wajib PJJ
-
Imbas Hujan Abu Anak Krakatau, Sekolah di Kota Serang Banten Besok Diliburkan
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Guyur Pandeglang, Mata Perih Hingga Lidah Terasa Berpasir