- CSR PIK2 dan Disnaker Kabupaten Tangerang mengadakan pelatihan usaha kuliner mie ayam bagi warga di Kecamatan Kronjo pada Senin.
- Sebanyak enam belas peserta menerima pelatihan teknis produksi, pengelolaan usaha, serta strategi pemasaran untuk mendukung pengembangan bisnis mandiri mereka.
- Program ini memberikan bantuan gerobak dan peralatan usaha kepada delapan peserta terpilih guna memperkuat ekonomi keluarga serta lingkungan sekitar.
SuaraBanten.id - Pelatihan kewirausahaan sering kali menjadi titik awal lahirnya ide usaha baru. Hal itu dirasakan Ratna Mustika, peserta Pelatihan Usaha Kuliner Mie Ayam yang digelar CSR PIK2 bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang di Kecamatan Kronjo.
Ratna sebelumnya berjualan jelly susu. Setelah mengikuti pelatihan selama lima hari, ia mulai menyusun rencana mengembangkan usaha kuliner dengan konsep yang lebih variatif.
"Dulu jualan jelsu (jelly susu). Terima kasih sama PIK udah ngasih modal, ibaratnya modal gerobak, modal peralatan. Rencananya kalau saya pengennya nanti mienya ada warna hijau, jadi lebih varian, lebih bervariasi. Jadi mie ayam nggak kudu begini doang kan, biar pendapatannya bisa lebih banyak lagi," katanya, Senin (13/7/2026).
Pelatihan tersebut diikuti 16 peserta dengan materi yang tidak hanya membahas teknik membuat mie ayam, tetapi juga pengelolaan usaha, perhitungan biaya produksi, hingga strategi pemasaran. Sebagai tindak lanjut, delapan peserta memperoleh gerobak beserta perlengkapan usaha sehingga dapat langsung memulai bisnis.
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menilai kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan CSR PIK2 menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemberdayaan masyarakat.
“Kita doakan semua penerima manfaat ini bisa berhasil dan memberikan tambahan perekonomian untuk keluarganya. Terima kasih kepada PIK2 atas program CSR yang telah diberikan,” ujarnya.
Program pemberdayaan seperti ini menjadi salah satu contoh bagaimana pelatihan dapat dihubungkan langsung dengan peluang usaha. Selain meningkatkan keterampilan, peserta juga memperoleh sarana awal untuk membangun usaha mandiri.
Melalui inisiatif tersebut, CSR PIK2 mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang diharapkan mampu memperkuat ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi di lingkungan sekitarnya.
Baca Juga: Wujudkan Pesisir Sehat di Tangerang, Desa Kampung Besar Bebas BABS Dideklarasikan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu