SuaraBanten.id - Seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi di Banten penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di level Perguruan Tinggi di Banten diperiksa Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten.
Diketahui, penyelidikan ini merupakan pengembangan dari perkara korupsi penyaluran PIP senilai Rp1,3 miliar di level sekolah dasar (SD) di Kota Serang. Pihak kepolisian pun sebelumnya menemukan potongan bantuan PIP di SD se Kota Serang.
Perkara PIP di Kota Serang telah masuk tahap persidangan dengan terdakwa mantan Kepala Sekolah SDN Kesaud, Tb Samsudin bersama seorang mantan guru bernama Tb Iskandar dari SD lain.
Kasubdit Tipidkor Ditkrimsus Polda Banten AKBP Ade Papa Rihi menyebutkan penyelidikan ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya yang terjadi di Kota Serang.
“Betul kami sedang melakukan peyelidikan. Ini merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya (korupsi PIP SD se Kota Serang yang kini sudah masuk tahap persidangan),” kata Ade dikutip dari BantenNews (Jeringan SuaraBanten.id), Rabu (27/3/2024).
Mengenai jumlah pihak perguruan tinggi di Banten yang sudah dimintai keterangan, Ade enggan menyebut secara pasti. “Yang pasti program ini kan di semua jenjang mulai dari SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi. Kami juga meminta Inspektorat untuk menghitung apakah ada kerugian negara dalam penyalurannya,” kaat Ade.
Sumber Bantennews.co.id, menyebutkan semua perguruan tinggi di Kabupaten Pandeglang dan Kota Serang telah diperiksa Polda Banten terkait penyaluran PIP. “Sejak seminggu yang lalu,” kata sumber.
Berita Terkait
-
Pemerintah Atur Tarif Angkutan Barang Penyeberangan Mulai 2027
-
Apakah Desil 5 Bisa Dapat PIP? Ini Cara Cek Desil Bansos Kemensos.go.id 2026
-
Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam
-
Curi Suku Cadang Dua Kapal, Tiga Orang Ditangkap dengan Kerugian Rp800 Juta
-
Usut KMP Batumandi Terbakar hingga Terbalik di Merak, Polisi Periksa Penumpang dan Sopir
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi