SuaraBanten.id - Nelayan Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang tengah gigit jari menyikapi cuaca buruk beberapa pekan terakhir.
Bagaimana tidak, gara-gara cuaca buruk beberapa pekan terakhir, Nelayan Lontar jadi kesulitan untuk melaut.
Sehingga pada akhirnya gara-gara cuaca buruk beberapa pekan terakhir ini Nelayan Lontar kehilangan mata pencaharian utama mereka.
Hal tersebut diketahui ketika Kapolres Serang AKBP Candra Sasongko menggelar silaturahmi serta bhakti sosial terhadap warga Nelayan Lontar, Sabtu (24/2/2024).
Saat itu, Kapolres Serang AKBP Candra Sasongko membagikan kurang lebih 120 paket sembako.
“Pemberian bantuan sembako ini sebagai bentuk kepedulian dan tali asih Polres Serang kepada masyarakat nelayan di Kampung Lontar,” ungkap Kapolres usai membagikan sembako seperti dikutip dari BantenNews.co.id (Jaringan SuaraBanten.id), Sabtu (24/2/2024)..
Kepada media, Kapolres berharap jika sembako tersebut bisa mengurang beban hidup para Nelayan Lontar.
Ia juga mengimbau kepada para nelayan untuk bisa mempergunakan sembako tersebut sebaik mungkin.
“Bantuan sembako yang tidak seberapa ini diharapkan dapat dipergunakan sebaik mungkin dan setidaknya bisa mengurangi beban keluarga,” ujarnya.
Selain bantuan sembako, Kapolresjuga membagikan sebanyak 50 buah pelampung kepada para nelayan.
Bantuan pelampung ini diharapkan dapat mendukung keselamatan para nelayan saat mencari ikan di laut.
“Saya berharap pelampung ini dapat memberikan kenyamanan saat mencari ikan di lautan. Saya juga memohon maaf kalau belum semua nelayan mendapat bantuan pelampung,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Samsudin (43) salah satu nelayan yang memperoleh bantuan sembako dan pelampung menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kapolres Serang yang telah bersilaturahmi dan memberikan bantuan sembako dan pelampung.
“Kami dan keluarga sangat senang dan menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian Kapolres yang telah memberikan. Bantuan yang diberikan tentunya sangat bermanfaat dan akan dipergunakan sebaik mungkin,” ucap Samsudin.
Berita Terkait
-
BMKG Peringatan Dini! Hujan Ekstrem Mengancam Sejumlah Wilayah Indonesia Sepekan ke Depan
-
Atap Stadion Pakansari Rusak Dihantam Angin Kencang
-
Abrasi Akibat Gelombang Tinggi Rusak Belasan Rumah Nelayan di Mataram
-
Cuaca Buruk Hambat Evakuasi Pesawat ATR 42-500
-
BPBD Lebak Naikkan Status Siaga Banjir, Warga di Bantaran Sungai Ciujung Diminta Waspada
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Niat Jual Motor Curian via COD, Dua Pengamen Malah 'Terciduk' Polisi di Parkiran Minimarket
-
Oknum Jaksa Banten: Di Indonesia Gak Ada Uang, Orang Tak Bersalah Bisa Jadi Bersalah
-
5 Fakta Terbaru Kasus Sumpah Injak Al-Qur'an di Lebak: 2 Pelaku Resmi Ditahan di Lapas Rangkasbitung
-
Sudah Melecehkan, Malah Memukul: Jejak Kriminal Mahasiswa Untirta yang Kini Diusir dari Kampus
-
Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat