Dikatakan Ustaz Abdul Aziz, dirinya bersama dengan para santri biasanya menghabiskan kajian sebanyak 6 kitab sampai dengan tanggal 22 Ramadhan, setelah itu pihaknya bersama dengan santri melakukan selamatan dengan ditandai buka puasa bersama.
“Biasanya kita sampai tanggal 22 Ramadhan, abis itu buka puasa bersama atau selametan lah. Supaya ilmu yang kita dapat itu bisa bermanfaat dan bisa diterapkan dan diajarkan oleh para santri,” katanya.
Selain santri Ponpes Miftahul Hidayah, lanjut Ustaz Abdul Aziz, ada juga santri dari luar pesantrennya serta masyarakat biasa pun banyak yang mengikuti Ngaji Pasaran seperti para pekerja sampai dengan pengusaha.
“Ada yang dari luar juga santri-santrinya, bahkan ada juga yang udah kerja karena siang mereka tidak bisa malem kadang kesininya ikut ngaji, pedagang juga, pengusaha juga yang ikut ngaji, kita bebas dan tidak ada batasan,” ungkapnya.
Ngaji pasaran yang diadakan Ponpes Miftahul Hidayah ini sama sekali tidak dipungut biasa baik saat masuk, saat keluar. Semuanya dilakukan oleh Ustaz Abdul Aziz secara gratis.
“Sepeserpun saya tidak meminta iuran kepada para santri dan masyarakat yang ngaji pasaran disini, karena niat saya itu belajar sama-sama dan tidak ada paksaan juga, kalau mau ngaji monggo, tidak pun monggo,” terangnya.
Meski demikian, pihaknya selalu menekankan kepada santrinya untuk bisa disiplin dan mandiri. Seperti halnya mencuci baju, dan masak saat buka puasa dan sahur, itu harus dilakukan oleh santri sendiri. Pihaknya tidak menyediakan jasa masak dan mencuci baju.
“Berbeda dengan modern kita, itu harus santri yang mencuci sendiri dan masak sendiri. Kalau masak kan santri bisa sama-sama, buka puasa dan saur sama-sama sesama santri yang ada disini. Saya juga mengajarkan supaya santri ini mandiri tidak manja,” ungkap Ustaz Abdul Aziz.
Ia memaparkan, pendidikan yang diberikan Utaz Abdul Aziz kepada para santri itu sangat bermakna di mata para santri. Sebut saja Tomi, salah seorang santri asal Ciruas mengaku, sangat bersyukur bisa mengikuti ngaji pasaran di Ponpes Miftahul Hidayah.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Cilegon Banten, Kamis 30 Maret 2023
“Bersyukur saya bisa ngikut pasaran disini, selain ilmu agama yang saya dapat, saya juga mendapatkan ilmu tentang kemandirian hidup di Ponpes ini,” kata dia.
Dirinya tidak mempermasalahkan berbuka dan saur seadanya. Justru ia mengaku, merasa nyaman dan nikmat melakukan buka puasa dan saur dengan santri-santri lainnya di Ponpes tersebut.
“Engga masalah sih, namanya pondok salafi mas, ya pasti seperti ini. Justru dengan seperti ini kita bisa mandiri dan tidak tergantung kepada orang lain,” pungkasnya.
Kontributor: Sopian Sauri
Berita Terkait
-
Hari ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang: Tim SAR Sisir 4.600 Mil Persegi Lewat Laut dan Udara
-
Warga Carita Gelar Doa untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal
-
Hari Keempat, Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Berbuah Hasil
-
Sempat Dikira Titik Terang, Temuan Pelampung Dipastikan Bukan Milik Kapal Jurnalis Hilang
-
Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda: Area Diperluas, Puluhan Armada dan Drone Thermal Dikerahkan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel
-
Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang