SuaraBanten.id - Usai menang tipis melawan Curacao, Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menyebut ada beberapa kekuranagan pada tim asuhannya khususnya di lini pertahanan.
Laga pertama FIFA Matchday Timnas Indonesia vs Curacao digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Skuad Garuda dalam pertandingan itu unggul 3-2.
Pelatih berusia 52 tahun itu menilai masih ada beberapa kesalahan yang dilakukan para pemain belakangnya saat menghadapi penyerang Curacao yang memiliki postur tubuh lebih tinggi.
"Tim kita memang kurang untuk latihan pertahanan, memang ada beberapa kali kesalahan, dan itu akan lebih fokus memperbaikinya," kata Shin Tae-yong saat konferensi pers usai laga.
Shin Tae-yong mengaku permainan Curacao cukup menyulitkan para pemain Indonesia, salah satunya, lewat gol cepat yang dibuat di awal-awal laga.
Meski demikian, Shin Tae-yong mengapresiasi Skuad Garuda yang mampu membalikkan keadaan. Menurutnya, skuad Fachruddin cs mampu mengikuti instruksinya dengan baik.
"Kita bisa melawan dengan baik dan tidak ada ketakutan kepada pemain lawan hari ini. Jadi pemain pun sangat baik untuk hari ini mengikuti instruksi saya, untuk itu saya memang sangat berterima kasih," kata Shin Tae-yong.
Dalam kesempatan yang sama, Penyerang Timnas Indonesia Dimas Drajad mengatakan gol yang ia ciptakan merupakan bonus karena hal yang terpenting adalah kemenangan bagi tim.
Dimas Drajad pun mempersembahkan golnya yang memastikan kemenangan bagi timnas itu untuk anaknya.
Baca Juga: Kabar Baik, Iwan Bule Minta Perpanjang Kontrak Shin Tae Yong
"Waktu anak saya lahir itu di Kuwait, dan saya sekarang bisa cetak gol lagi, dan itu untuk anak saya di rumah. Jadi itu motivasi saya," kata pemain Timnas Indonesia bernomor punggung 9 itu.
Skuad Garuda berhasil menaklukkan Timnas Curacao dengan skor 3-2 pada laga persahabatan pertama. Sementara laga persahabatan kedua bakal digelar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (27/9).
Berita Terkait
-
Erick Thohir Bicara Tambahan Pemain Naturalisasi, Ada dari Jerman dan Belanda?
-
Timnas Indonesia Dipastikan Absen di Asian Games 2026, Ini Jawaban Erick Thohir
-
Pertama dalam 16 Tahun, Timnas Indonesia Gagal Tampil di Asian Games, Kok Bisa?
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Regulasi U-23 Dihapus, Wonderkid Persija Pede Rebut Tempat di Era Shin Tae-yong
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi, Kepala Unit Jadi Tersangka
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
-
Usut Sungai Ciujung yang Hitam dan Bau, DLHK Banten Kantongi 3 Fokus Investigasi
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup