SuaraBanten.id - Penyanyi senior Mayangsari nampaknya baru terbuka kenapa dirinya selalu diam usai dihujat sebagai pelakor senior, setelah menikah dengan Bambang Trihatmodjo.
Untuk diketahui, hubungan asmara Mayangsari dan Bambang Trihatmodjo saat itu memang begitu menjadi sorotan, pasalnya hubungan keduanya disebut hasil dari perselingkuhan.
"Kalau sah negara 2011, pokoknya aku menikah dengan mas Bambang itu tahun 2000. Pacarannya itu 3 tahun sebelumnya, jadi (tahun) 97, menikah 2000, punya anak 2005 terus menikah secara negara 2011, sampai sekarang," ucap Mayangsari, seperti dikutip HerStory -jaringan Suara.com, dalam tayangan YouTube Maia ALELDUL TV, Kamis (22/09/2022).
Sebelumnya, Bambang Trihatmodjo menikah dengan Halimah pada 24 Oktober 1981 hingga pada kahirnya bercerai pada 23 Desember 2010 silam.
Baru-baru ini, Mayangsari pun buka suara terkait dirinya hingga saat ini masih dijuluki pelakor oleh warganet.
Ia mengaku merasa heran, lantaran menurutnya dirinya bukanlah orang pertama yang menjadi orang ketiga.
"Aku heran lho, sampai detik ini, seolah-olah aku ini orang pertama di dunia ini yang menjalani seperti itu. Senior ya apalah aku gak bisa bangga, pada intinya aku memilih untuk tidak menjawab," ungkapnya.
Bahkan, Mayangsari pun turut menyinggung soal penyebab sebuah rumah tangga sampai berpisah.
"Selalu dianggap salah adalah orang ketiga, hello, pernahkah si ini bisa ke sini, pernah nggak intropeksi diri sampai ini ke sini, itu sebetulnya," sambungnya.
Baca Juga: Hati-Hati Kalau Punya Pasangan 5 Zodiak Ini, Mereka Terkenal Suka Selingkuh
"Hubungan itu tidak mungkin terjadi kalau gak ada yang memulai, terus aku harus jelasin? terus aku harus menceritakan pernah ada penolakan? terus aku harus ceritain kenapa ini? kenapa begono? kok kayaknya penting banget ya?" ucap Mayangsari.
"Karena menurut aku gini, once aku memilih sesuatu, aku memilih jalan hidup aku, intinya aku harus sadar dengan konsekuensinya" ungkapnya.
Mayangsari pun menjelaskan alasan dirinya selama ini memilih diam dengan hujatan yang kerap menimpa dirinya.
"aku sebetulnya kalo mau dipikir-pikir ya ngelihatnya di sini, aku memang diem, tapi apapun, aku juga manusia biasa, yang punya keterbatasan" ungkap Mayangsari.
"Enggak, aku gak mau dikasihani may, terus terang aja, karena menurut aku itu hak semua orang, ngatain orang itu gratis, muji orang pun juga gratis" lanjutnya.
Rupanya, Mayangsari menjadikan respon diamnya dia selama ini sebagai bentuk penghargaan terhadap orang-orang yang ia sayangi.
Berita Terkait
-
Hati-Hati Kalau Punya Pasangan 5 Zodiak Ini, Mereka Terkenal Suka Selingkuh
-
Timnas Indonesia vs Curacao, Elkan Baggott: Bandung Sama Panasnya Kayak Inggris
-
Heboh Video Reza Arap Menangis di Tengah Isu Perselingkuhan, Warganet: Dia yang Selingkuh, Dia yang Nangis
-
Harga Tiket FIFA Matchday Timnas Indonesia vs Curacao Dijual Mulai Rp 80 Ribu, Mahal?
-
Profil Muhammad Ferrari, Pemain Mudah yang Baru Gabung Timnas Indonesia Senior
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang