SuaraBanten.id - Sejumlah pemain bintang yang kerap menjadi langganan Timnas Indonesia kabarnya tak dipanggil oleh pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Mereka tak dipanggil untuk menhadapi Curacao di FIFA Matchday di akhir pekan ini.
Juru taktik asal Korea Selatan itu pekan lalu telah mengumumkan 23 nama pemain yang akan dibawa melawan Curacao pada 24 dan 27 September mendatang.
Shin Tae-yong tampak masih memanggil nama-nama lama yang dalam beberapa turnamen kerap jadi andalannya.
Puluhan pemain diantaranya, Nadeo Argawinata (Bali United), Ricky Kambuaya (Persib), dan Fachruddin Aryanto (Madura United), Asnawi Mangkualam (Ansan Greeners), hingga Rachmat Irianto (Persib).
Dalam 23 nama pemain itu juga tidak tampak nama Sandy Walsh dan Jordi Amat --dua calon pemain naturalisasi-- kejutan juga hadir dengan tidak dipanggilnya pemain-pemain langganan timnas. Berikut ulasannya!
1. Evan Dimas Darmono
Evan Dimas Darmono seolah-olah mulai tertepikan dari skuad Timnas Indonesia era Shin Tae-yong. Terlebih, Evan memang jarang mendapat kesempatan bermain di Arema.
Sempat jadi andalan Arema di awal musim Liga 1 2022/23, Evan kini lebih banyak duduk di bangku cadangan. Hal ini disayangkan karena Evan dikenal sebagai gelandang berbakat di eranya.
2. Stefano Lilipaly
Baca Juga: DPR Kasih Lampu Hijau buat Naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh, Siap Mentas di Piala AFF 2022
Sempat kembali mendapat kesempatan membela Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong, Lilipaly kini kembali ditepikan oleh pelatih asal Korea Selatan itu.
Lilipaly padahal sempat jadi andalan di beberapa kesempatan, tapi penampilan besar kemungkinan tidak memuaskan bagi Shin Tae-yong.
3. Alfeandra Dewangga
Tidak ada nama Dewangga dalam daftar pemain belakang yang dibawa Shin Tae-yong melawan Curacao. Dia lebih memilih Muhammad Ferrari ketimbang Dewangga.
Penampilan Dewangga yang tak terlalu mencolok di Liga 1 bersama PSIS Semarang besar kemungkinan jadi alasan Shin menepikannya.
4. Irfan Jaya
Tag
Berita Terkait
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Siapa Suzanne Huurman? Dokter Perempuan yang Pecahkan Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Curacao vs Pantai Gading: Misi Panas Kedua Tim di Philadelphia
-
Erick Thohir Ogah Timnas Indonesia Lawan Argentina Lagi, Isyaratkan Lawan Tim Lain
-
Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sederhana dan Gemar Bercanda, Ini Sosok Mantan Wali Kota Serang Syafrudin di Mata Budi Rustandi
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi, Kepala Unit Jadi Tersangka
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
-
Usut Sungai Ciujung yang Hitam dan Bau, DLHK Banten Kantongi 3 Fokus Investigasi