SuaraBanten.id - Para orang tua dari anak SD di Kelurahan Jombang, Kota Cilegon, Banten yang diduga menjadi korban penganiyaan atau pemukulan hingga diancam akan diperjarakan oleh Oknum polisi Polda Banten berpangkat AKBP berinisial YJ memilih berdamai dengan cabut laporan perkara.
Padahal, setelah insiden tersebut dari 8 siswa yang menjadi korban pemukulan diantaranya sempat mengalami pusing, demam dan mimisan hingga alami trauma. Bahkan hampir dalam seminggu tidak mengikuti pelajaran sekolah.
Aam Kamianti (45) salah seorang Wali Murid dari korban pemukulan itu mengatakan, dirinya dengan berat hati memilih untuk mencabut laporannya. Pasalnya, kata Dia, kesehatan baik jasmani maupun rohani anaknya yang menjadi pertimbangan.
"Sebetulnya pengen lanjut, cuma saya mikirin kondisikan anak anak, kalo polisi kan enjoy aja dipolres kan? Nah, yang saya pikirkan kondisi anak anak justru khawatir semakin down ketika sidang nanti kalo dilanjut," kata Aam kepada Suara.com, Jumat (9/9/2022).
Meski begitu, Ia sebagai ibu akhirnya menurunkan egonya demi keberlangsungan anak anaknya. Lagi pula, kata Dia, pihak terduga pelaku penganiyaan telah meminta maaf secara pribadi ke rumahnya.
"Pak Yayat juga udah minta maaf ke rumah, saya juga udah maafin, terus kemarin hari rabu maaf maafan lagi sekolah semuanya," ucapnya.
Justru, kata Dia, jika laporan tetap dilanjut traumatik anak bukan lagi soal insiden kejadian pemukulan. Melainkan akan muncul selama proses persidangan.
"Nanti trauma karena dia ditanya ini itu di pengadilan, tau sendiri kalo di pengadilan kan orang tua aja kadang begitu, apalagi kalo anak anak," tuturnya.
Selain itu, kata Dia, proses kegiatan belajar mengajar di sekolah pun terganggu. Bahkan, setelah insiden kejadian hampir dalam seminggu tidak berangkat sekolah.
Baca Juga: Profil Andika Sari, Sekdes di Purworejo yang Heboh Diduga Dugem dan Minum Miras
"Takut keganggu waktu sekolahnya juga, kemarin aja hampir semunggu engga sekolah, ditelponin terus suruh dateng," ucapnya.
"Cape, kasiahan khawatir kurang konsentrasi belajarnya, kita mikirnya kesitu dan kita juga udah legowo," sambungnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Mochmad Nandar menyampaikan, bahwa perkara dengan laporan dugaan penganiayaan terhadap pelajar di SDN 1 Kranggot yang terjadi pada Sabtu (27/8/2022) lalu diselesaikan dengan cara kekeluargaan berdasarkan musyawarah bersama.
"Benar, kedua belah pihak sudah berdamai difasilitasi oleh pihak Sekolah SD Negeri Kranggot pada Selasa (6/9/2022) sekira pukul 09.00 WIB," ucapnya membenarkan.
Lanjut Nandar, musyawar bersama dengan dihadiri oleh pihak terlapor dan orang tua korban didampingi oleh UPTD PPA Kota Cilegon selaku pendampingan untuk para korban. Kemudian, turut disaksikan oleh Kepala Sekolah SD Negeri Kranggot, perwakilan dari Kecamatan Jombang serta Bhabinkamtibmas Polsek Cilegon.
"Pihak penyidik sudah menerima surat permohonan kesepakatan damai dari kedua belah pihak dan disaksikan oleh para saksi," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Profil Andika Sari, Sekdes di Purworejo yang Heboh Diduga Dugem dan Minum Miras
-
Terancam Dipecat, Ini Peran AKBP Jerry Siagian yang Loloskan Laporan Palsu Putri dan Intervensi LPSK
-
Polri Bilang AKBP Jerry Lakukan Pelanggaran Berat, Tidak Profesional Tangani Laporan Putri Candrawathi
-
Buat Laporan Palsu Putri Candrawathi, AKPB Jerry Siagian Terancam Dipecat Susul Ferdy Sambo
-
Warga Trauma usai Rumah Kos Terduga Teroris di Denpasar Digeledah Densus 88
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PIK2 Soroti Pentingnya Pengalaman Nyata di Tengah Gempuran Konten Media Sosial
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sederhana dan Gemar Bercanda, Ini Sosok Mantan Wali Kota Serang Syafrudin di Mata Budi Rustandi
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi, Kepala Unit Jadi Tersangka
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis