Hairul Alwan
Jum'at, 09 September 2022 | 07:40 WIB
Massa aksi membakar ban di depan Kampus UIN SMH Banten, Kamis (8/9/2022). [Anwar/Suara.com]

SuaraBanten.id - Aksi ratusan mahasiswa menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak atau BBM bersubsidi di Jalan utama Kota Serang, Banten membuat lalu lintas lumpuh hingga sekira 4 jam.

Aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM oleh mahasiswa mengatasnamakan aliansi mahasiswa pemuda dan rakyat (Ampera) dibubarkan Rektor UIN SMH Banten Wawan Wahyudin sekira pukul 19.15 WIB.

Saat massa mahasiswa bertahan dan menyampaikan orasi sambil membakar ban di depan gerbang Kampus UIN Banten. Tiba-tiba Rektor UIN Banten tiba bersama pejabat rekorat kampus membubarkan massa dan menutup gerbang secara paksa.

"Saya tidak ingin karena kepentingan sesaat kampus kami rusak mohon maaf terimakasih. Kampus sudah sekian tahun dibangun, tidak ridho kampus sampai hancur lebur, kasihan anak-anak yang mau kuliah, kasian masyarakat yang membiayai kasian negara," kata Wawan kepada wartawan.

Kata Wawan, pembubaran paksa yang ia lakukan bukan untuk melarang mahasiswa menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Namun, ia tidak ingin niatan baik dirusak dengan aksi anarkis hingga mengganggu ketertiban umum.

"Jalanan umum sanpai kehalang yang sakit ambulan terganggu, yang mau demo silahkan tapi tolong ke sana tuh ke DPRD siapapun hak warga tapi jangan anarkis tempatnya lega di sana," ujarnya.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa sempat menutup Jalan Jenderal Soedirman hingga Ahmad Yani. Empat arah ruas jalan di Lampu Merah Ciceri.

Mahasiswa berkumpul di Kampus UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten sejak pukul 15.30 WIB. Kemudian, mereka berjalan sekitar 200 meter ke Lampu Merah Ciceri, Kota Serang.

Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Serang itu kemudian berorasi menyampaikan aspirasinya terkait penolakan kenaikan harga BBM. Ratusan massa aksi tampak menutup akses Jalan dari berbagai arah di Simpang Lampu Merah Ciceri.

Baca Juga: Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Jalan Utama Serang Lumpuh Berjam-jam

Dalam orasinya, salah satu mahasiswa mengatakan, kebijakan kenaikan BBM merupakan bentuk penindasanan rezim Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Pemerintah telah melakukan persekongkolan dengan oligarki.

"Bukan memperbaiki ekonomi malah membuat masyarakat makin menjerit," ujar salah satu massa aksi.

Polisi mengalihkan arus lalu lintas yang menuju ke Lampu Merah Ciceri sehingga mengakibatkan kemacetan panjang hingga dua kilometer.

Arus lalu lintas dari arah timur dialihkan ke Bhayangkara, dari arah barat ada dua penyekatan, sekat pertama dari arah Ramayana dialihakan ke Kebon Jahe Lampu merah, lalu dari arah Semur Pecung ke Cijawa dan Rau. Kemudian arus kendaran dari Bunderan Ciceri diputar balikan ke Cijawa dan Bhayangkara

Sekira pukul 18.00 WIB massa mahasiswa bergeser dari Lampu Merah dan hendak masuk ke SPBU Ciceri namun dihalau oleh aparat kepolisian.

Mahasiswa pun berbalik arah ke depan Kampus UIN SMH Banten. Disana mereka kembali berorasi secara bergantian dan membakar ban.

Load More