SuaraBanten.id - Aksi ratusan mahasiswa menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak atau BBM bersubsidi di Jalan utama Kota Serang, Banten membuat lalu lintas lumpuh hingga sekira 4 jam.
Aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM oleh mahasiswa mengatasnamakan aliansi mahasiswa pemuda dan rakyat (Ampera) dibubarkan Rektor UIN SMH Banten Wawan Wahyudin sekira pukul 19.15 WIB.
Saat massa mahasiswa bertahan dan menyampaikan orasi sambil membakar ban di depan gerbang Kampus UIN Banten. Tiba-tiba Rektor UIN Banten tiba bersama pejabat rekorat kampus membubarkan massa dan menutup gerbang secara paksa.
"Saya tidak ingin karena kepentingan sesaat kampus kami rusak mohon maaf terimakasih. Kampus sudah sekian tahun dibangun, tidak ridho kampus sampai hancur lebur, kasihan anak-anak yang mau kuliah, kasian masyarakat yang membiayai kasian negara," kata Wawan kepada wartawan.
Kata Wawan, pembubaran paksa yang ia lakukan bukan untuk melarang mahasiswa menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Namun, ia tidak ingin niatan baik dirusak dengan aksi anarkis hingga mengganggu ketertiban umum.
"Jalanan umum sanpai kehalang yang sakit ambulan terganggu, yang mau demo silahkan tapi tolong ke sana tuh ke DPRD siapapun hak warga tapi jangan anarkis tempatnya lega di sana," ujarnya.
Sebelumnya, ratusan mahasiswa sempat menutup Jalan Jenderal Soedirman hingga Ahmad Yani. Empat arah ruas jalan di Lampu Merah Ciceri.
Mahasiswa berkumpul di Kampus UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten sejak pukul 15.30 WIB. Kemudian, mereka berjalan sekitar 200 meter ke Lampu Merah Ciceri, Kota Serang.
Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Serang itu kemudian berorasi menyampaikan aspirasinya terkait penolakan kenaikan harga BBM. Ratusan massa aksi tampak menutup akses Jalan dari berbagai arah di Simpang Lampu Merah Ciceri.
Baca Juga: Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Jalan Utama Serang Lumpuh Berjam-jam
Dalam orasinya, salah satu mahasiswa mengatakan, kebijakan kenaikan BBM merupakan bentuk penindasanan rezim Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Pemerintah telah melakukan persekongkolan dengan oligarki.
"Bukan memperbaiki ekonomi malah membuat masyarakat makin menjerit," ujar salah satu massa aksi.
Polisi mengalihkan arus lalu lintas yang menuju ke Lampu Merah Ciceri sehingga mengakibatkan kemacetan panjang hingga dua kilometer.
Arus lalu lintas dari arah timur dialihkan ke Bhayangkara, dari arah barat ada dua penyekatan, sekat pertama dari arah Ramayana dialihakan ke Kebon Jahe Lampu merah, lalu dari arah Semur Pecung ke Cijawa dan Rau. Kemudian arus kendaran dari Bunderan Ciceri diputar balikan ke Cijawa dan Bhayangkara
Sekira pukul 18.00 WIB massa mahasiswa bergeser dari Lampu Merah dan hendak masuk ke SPBU Ciceri namun dihalau oleh aparat kepolisian.
Mahasiswa pun berbalik arah ke depan Kampus UIN SMH Banten. Disana mereka kembali berorasi secara bergantian dan membakar ban.
Tag
Berita Terkait
-
Flare Merah Menyala di Kejagung, Massa Mahasiswa Bawa Keranda Bertuliskan 'Febrie'
-
Bawa Keranda 'RIP Hukum', Mahasiswa Geruduk Kejagung Tuntut Febrie Adriansyah Dihukum Mati
-
Bakar Semangat Belajar Siswa Desa, KKN Unisri Sukses Gelar Aksi Inspiratif di SDN 1 Slogo Tanon
-
Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital
-
BNI dan PPI Hong Kong Bekali Ratusan Mahasiswa Indonesia Jelang Studi di Luar Negeri
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
Terkini
-
Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat
-
Takut Birokrasi Ribet dan Jalan Rusak, Warga Bawa Jenazah Bocah 8 Tahun Pakai Motor
-
Gawat! 50 Persen SPPG di Banten Belum Punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
-
Organisasi Indonesia Tionghoa Ikut Tingkatkan SDM, Gandeng Lemhanas Siapkan Beasiswa Hingga S3
-
Viral Tudingan Pakai APBN untuk Konser K-Pop, Ini 6 Fakta Klarifikasi Wagub Banten Soal Putrinya