SuaraBanten.id - Anggaran sebesar Rp38 miliar untuk pebelian sepeda listrik untuk Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW) se-Kabupaten Pandeglang dianggap sangat kecil bagi Bupati Pandeglang Irna Narulita. Kata Irna, hal tersebut tidak sebanding dengan pengabdian mereka selama ini.
Menurut Irna, penghargaan bagi RT/RW tidak bisa diberikan setiap tahun. Karenanya, jika ada kesempatan memberikan hadiah maka Pemkab Pandeglang perlu memberikannya. Irna pun memandang pembelian sepeda listrik murni untuk kepentingan rakyat dan bukan untuk kepentingan pribadinya.
“Rp38 miliar kecil bagi saya kalau bisa Rp100 miliar kasih dong buat simpul-simpul kami. Bingung amat Rp38 miliar, mereka tiap hari bantu kita, yang sakit ketuk rumah RT, mau nganter yang sakit punya motor kaga, boro-boro punya, jangan mikirin,” jelasnya.
Selain RT/RW, Irna juga menganggap simpul lain seperti ibu-ibu kader, Linmas dan guru mengaji karena mereka dianggap telah berjasa membantu roda pemerintahan selama ini.
“Kata Linmas kami tidak diperhatikan seragam aja kami ga dikasih Ampe begini. Apa penghargaan untuk alim ulama dan guru ngaji yang punya majlis taklim, kami kasih sound sistem. Kader juga masa enggak dikasih handphone untuk koordinasi dengan bidan, untuk koordinasi dengan kepala puskemas," ungkapnya.
"Karena kalau gaji kami tidak bisa, tiap tahun kami ngasih kaya gini kami tidak bisa engga ada. Kalau satu saat kita harus apresiasi ya kita apresiasi, enggak ada itu kepentingan bupati,” imbuhnya.
Secara tegas, Irna menyebut selama ini ada kepentingan yang dianggap lebih menjadi pemborosan jika dibandingkan dengan pembelian sepeda listrik. Namun, saat ditanya terkait kepentingan yang dianggap pemborosan itu, dirinya enggan untuk berkomentar.
“Kalau mau dibandingkan pengeluaran cek dong yang mana yang lebih boros, kalau bupati kan enggak masuk kantong bupati sendiri. Kamu cek dong yang lebih boros yang mana, kami enggak ganggu anggaran legislatif ko, anggaran yang ada kami kelola sendiri kalau anggaran legislatif tetap full. Ini kepentingan kebutuhan APBD ini bukan punya legislatif, bukan juga punya eksekutif tapi punya kita berdua yang tujuannya untuk kepentingan rakyat,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, rapat paripurna yang digelar DPRD bersama Bupati Pandeglang tentang penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (RKUA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RPPAS) Tahun Anggaran 2023 meloloskan rencana pembelian sepeda listrik senilai Rp38 Miliar.
Baca Juga: Bengkel Motor Terbakar, 1 Orang Tewas
Rencana tersebut lolos setelah beberapa fraksi mengadakan adu voting antara fraksi yang setuju dengan pembelian sepeda listrik dan fraksi yang tidak setuju. Setelah dilakukan voting, banyak fraksi yang menyetujui rencana tersebut dan akhirnya diputuskan masuk dalam rencana anggaran tahun 2023 mendatang.
Adapun fraksi yang menolak pengadaan sepeda listrik untuk RT/RW di antaranya, Fraksi Golkar, Gerindra, PKB dan Fraksi PPP. Sedangkan fraksi yang menyetujui untuk pengadaan sepeda listrik tersebut di antaranya, Fraksi Demokrat, PKS, PDIP, NasDem-Perindo dan Fraksi PAN-PBB.
Berita Terkait
-
Pemerintah Atur Tarif Angkutan Barang Penyeberangan Mulai 2027
-
Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam
-
Curi Suku Cadang Dua Kapal, Tiga Orang Ditangkap dengan Kerugian Rp800 Juta
-
Usut KMP Batumandi Terbakar hingga Terbalik di Merak, Polisi Periksa Penumpang dan Sopir
-
Pasca Kebakaran KMP Batumandi, Tim SAR Lakukan Pendinginan di Merak
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
Terkini
-
Dendam Kesumat 8 Tahun Berujung Maut, Pria di Cilegon Nekat Tancapkan Pisau Dapur ke Kepala Korban
-
Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran
-
Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan
-
Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi
-
Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya