SuaraBanten.id - Ketua Dewan Pengarah Musyawarah Rakyat Indonesia Andi Gani Nuna Wea mengatakan anggaran penyelenggaraan Musyawarah Rakyat di 34 provinsi murni berasal dari urunan para relawan, tidak ada pihak yang mensponsori atau mendanai kegiatan politik itu.
“Relawan Pak Jokowi banyak, jadi tidak ada bandar, tidak ada orang kuat di balik Musra,” kata Andi Gani saat ditemui seusai pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini.
Andi mengatakan relawan akan membentuk susunan penanggung jawab Musra di masing-masing provinsi. Para penanggung jawab tersebut yang akan menyelenggarakan Musra melalui dana kolektif para relawan.
“Anggarannya patungan. Misalnya begini, ada relawan A membayar gedung, relawan B membayar bus, relawan C dia membantu konsumsi, ada yang membantu kesehatan,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan belum ada estimasi jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk menggelar Musra di 34 provinsi.
“Kami tidak menghitung berapa banyak dana setiap kegiatan yang akan kami lakukan. Kami rapat, siapa yang akan patungan, jadi tidak ada kalkulasi dana miliaran, tak ada sama sekali,” katanya.
Menurut pendiri Relawan Buruh Sahabat Jokowi itu tidak ada sokongan dana dari pihak yang ingin diajukan jadi bakal calon presiden melalui Musra.
Kegiatan tersebut, kata dia, benar-benar perwujudan demokrasi untuk menjaring suara rakyat.
“Tidak ada capres yang mendanai, tidak ada capres yang menggiring untuk menang dalam bursa ini. Benar-benar real demokrasi. Kami akan tugaskan setiap daerah, siapa tanggung siapa, siapa konsumsi, siapa yang menanggung tenda, itu terperinci, akan kami buka,” kata dia.
Baca Juga: Relawan: Jokowi Tidak Meng-endorse Rencana Perhelatan Musyawarah Rakyat
Musra Relawan Jokowi direncanakan untuk digelar di 34 provinsi yang dimulai pada 28 Agustus di Bandung, Jawa Barat, dan akan diakhiri pada 11 Maret 2023 di Jakarta.
Selain menyampaikan soal Musra, Andi mengatakan kedatangannya ke Istana pada Senin ini, juga guna mendiskusikan berbagai masalah bangsa dengan Presiden.
“(Membahas) beberapa masalah aktual yang terjadi di dalam negeri kemarin. Saya diskusi dengan Presiden, memberikan beberapa masukan, agar pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan-kebijakan dan merespons itu dengan cepat,” ujarnya. [Antara]
Berita Terkait
-
Rincian Aset Bandar Koko Erwin Senilai Rp15,3 M Disita Polisi: Gudang, Toko dan Deretan Mobil Hiace
-
Analis Bongkar Misi Reshuffle Prabowo Hapus Bayang-bayang Jokowi dan Jadikan Dudung 'The New Luhut'
-
Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya
-
Reshuffle Kabinet Terkini, Kenapa Prabowo Pilih Senin Wage dan Tinggalkan Tradisi Rabu Pon Jokowi?
-
Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Pelarian Berakhir! Kaur Keuangan Desa Petir Ditangkap Usai 7 Bulan Sembunyi Akibat Korupsi Rp1 M
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
-
Akal-akalan Licik Mafia BBM di SPBU: Modifikasi Mobil Boks hingga Pakai Barcode Palsu
-
Ijazah Ditahan 2 Tahun, Wagub Banten: Segera Ambil, Nanti Saya yang Transfer
-
Hardiknas 2026, Wali Kota Cilegon Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas untuk Semua