SuaraBanten.id - Dalam mengasuh bayi di bawah lima tahun (Balita) tak jarang anak menangis hingga menjerit kencang. Untuk menanganinya, orang tua mempunyai cara yang beragam.
Salah satu cara yang dilakukan kedua orang tua dalam video yang belakangan viral di medsos ini belakangan menyita perhatian publik.
Alih-alih menenangkan sang anak atau memarahinya, pasangan dalam video viral tersebut mempunyai cara unik untuk menenangkan anaknya.
Wanita dan pria yang ada dalam video unggahan akun Instagram @memomedsos justru mengikuti anaknya saat menangis.
Melalui video singkat tersebut, awalnya orang tua bayi itu memperlihatkan bayinya yang tengah menangis.
Namun, saat bayinya menangis kedua orang tua tesebut malah menirukan suara tangisan si bayi. Bayi tersebut kemudian berhenti menangis sebentar sambil melihat kedua orang tuanya.
Sang bayi kemudian menangis kembali dan mereka mengulangi cara yang sama hingga bayi tersebut terdiam dengan melihat kamera yang tengah merekamnya.
Unggahan tersebut pun akhirnya menyita perhatian warganet. Ada yang setuju dengan cara mereka yang menenangkan anaknya yang sedang menangis, namun ada pula yang menyebut sang anak kena mental sang orang tuanya melalukan hal itu.
"kena mental sejak dini," kata khu***a03. "Anak saya dibeginikan malah makin menjerit," kata yen*******ati_. "Type anak beda2.. pola anak beda2" Imbuh @lif****sya.
Baca Juga: Video Bentrok Ormas Pecah di Sentra Grosir Cikarang, Warganet: Mau Heran tapi Bekasi
"(emot tertawa) aku jg kadang2 gitu kl lg capek bgt seharian ngurus 3 anak, mn 2 anak balita gantian rewel jd suka ngikut2 mau nangis rasanya. Eeh malah diem bocah (emot tertawa)," ungkap pus******ri67.
"Iya bun betuL sekaLi.. kLo anakKu nangis aku trus ikut2an nangis si keciL trus diem,, dia biLang ibuk gak boLeh nangis.. gt bun..(emot tertawa)," Kata akun @ern****tii.
Kontributor : Mira puspito
Berita Terkait
-
Review Leo Leo Skincare, Perawatan Tepat untuk Kulit Wajah Pria
-
Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita Pindah ke Tengah, AHY: Laki-laki dan Wanita Tak Boleh Jadi Korban
-
Motif Ekonomi di Balik Kekerasan Daycare Little Aresha, Satu Pengasuh Tangani Delapan Anak
-
Diduga Sering Palak Pengamen dan Ojol, Preman Babak Belur Dikeroyok Warga di Stasiun Bogor
-
Terseret KRL hingga Masuk Got, 15 Insiden Biang Kerok VinFast dan Green SM Dicap Taksi Anomali
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
Terkini
-
Wagub Banten Sentil Pusat: Otonomi Daerah Jangan Jalan Setengah Hati
-
Filosofi 'Gunung Ulah Dilebur': Pesan Kuat 1.552 Warga Baduy dalam Seba 2026 untuk Penyelamatan Bumi
-
Ziarah ke Makam Pendiri Cilegon, Robinsar Ajak ASN Teladani Aat Syafaat
-
Kemiskinan Turun tapi Pengangguran Naik, Helldy Agustian Ingatkan Robinsar-Fajar Jangan Cepat Puas
-
Modus Buang Jin, Oknum Guru Ngaji di Sukadiri Tega Cabuli 4 Santriwati Remaja