SuaraBanten.id - Haerurrohman seorang peternak pemilik sapi bernama Sultan tak pernah menyangka jika hewan miliknya akan dibeli oleh Presiden Joko Widodo untuk dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha tahun 2022.
Sapi berbobot lebih dari 1 ton itu dibeli oleh orang nomor satu di Republik Indonesia dengan harga Rp 112 Juta. Sebelumnya, Ia memperoleh Sapi jenis Ongole dari Kebumen ketika berusia 3 tahun dengan berat 600 Kg. Namun, karena dilakukan perawatan secara maksimal akhirnya Sapi bernama Sultan menjadi besar dan sehat hingga 1,1 ton dalam waktu setahun.
"Kita engga nyangka sih kalo sapi ini bisa dipesan oleh bapak Presiden," kata Haerurrohaman saat ditemui Suara.com di Lingkungan Pecak, Kelurahan Jombang, Kota Cilegon, Jumat (8/7/2022).
"Ini kali kedua, sebelumnya pernah juga. Yang pertama kaget banget, kita engga percaya kalo presiden bisa ngambil sapi kesini," sambung pria yang akrab disapa Heru.
Heru juga menuturkan, bahwa sapi miliknya bisa dibeli oleh Presiden Jokowi telah melalui proses penyeleksian dinas terkait. Dimana, kata Dia, Presiden mencari Sapi berkulalitas baik untuk dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha di Masjid Al-Bantani, KP3B Provinsi Banten.
"Prosesnya memang seleksi dulu dari dinas provinsi, kemudian dinas terkait di Cilegon datengin kita, dikasih tau kalo Presiden Jokowi minta sapi untuk kurban, alhamdulillah kita terpilih," terangnya seraya bersyukur.
"Kan yang dicari sapi yang besar dan berkualitas, ya mungkin terpilih karena disini yang terbaik," sambungnya.
Heru juga menyampaikan, bahwa sapi milik presiden diberikan pakan khusus, seperti gandum dan polar. Selain itu, sapi bernama Sultan itu pun kandangnya selalu dibersihkan, disemprot disinfektan dan tidak sembarangan oranh masuk.
Pada kesempatan itu, Heru juga menyampaikan bahwa nama Sultan pada sapinya telah membawa berkah. Dimana, nama itu Ia ambil dari peternak sebelumnya di Kebumen, Jawa Tengah.
Baca Juga: Survei SPIN: Cuma 9,7 Persen Publik Nyatakan Tak Puas Atas Kinerja Jokowi-Maruf
"Jadi memang sapi ini asalnya dari Kebumen, saya beli dari peternak sudah ada namanya Sultan, jadi kita lanjutkan. Alhamdulillah namanya membawa berkah," ucapnya sumringah.
"Ini besok dianter ke Masjid Al Bantani, KP3B Provinsi Banten, sekitar jam 10 pagi, engga ada pengawalan dianter aja soalnya disana udah ada penerimanya, cuma kita engga perlu pake nama nama atau spanduk, biasa aja," tutupnya.
Kontributor : Firasat Nikmatullah
Berita Terkait
-
Survei SPIN: Cuma 9,7 Persen Publik Nyatakan Tak Puas Atas Kinerja Jokowi-Maruf
-
Presiden Jokowi Salurkan Hewan Kurban Seberat 800 Kg sampai 1 Ton ke 34 Provinsi
-
Presiden Jokowi Sumbang Sapi Kurban untuk Papua Barat, Bobotnya Capai 1,40 Ton
-
Kisah Sapi Slamet dari Probolinggo yang Dibeli Presiden Jokowi Seharga 100 Juta Rupiah
-
Sapi Kurban Jokowi Disalurkan ke Masjid Istiqlal dan Jakarta Islamic Centre
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
3 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Januari 2026, Kualitas Premium Cuma 300 Ribuan
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
TV Changhong 32 Inch Garansi Resmi Menjadi Pilihan Terbaik
-
Ratusan Kilometer Tanpa Alas Kaki: Kisah Sarip dan Samid, Kakak Beradik Badui Penjual Madu Odeng