SuaraBanten.id - Anak angkat Dorce Gamalama dan keluarga sedang berseteru soal warisan. Belakangan pihak keluarga mengusik uang sumbangan yang diterima Dorce Gamalama selama hidupnya.
Kakak Dorce Gamalama, Elita, terang-terangan menyoal uang tersebut lewat kuasa hukumnya. Pihak keluarga keberatan kalau uang tersebut dikelola oleh anak angkat Dorce.
Hal itu dipermasalahkan lantaran banyak rekan-rekan Dorce yang memberikan bantuan sumbangan. Belum diungkap total duit sumbangan tersebut, anak-anak angkat Dorce sudah memakainya, termasuk pelunasan utang-utang almarhumah.
"Mereka (anak-anak angkat) bilang bahwasanya mereka sudah melunasi utang-utang mendiang, jadi timbul pertanyaan kita," ujar kuasa hukum Elita, Husni Thamrin di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (29/3/2022).
Husni mengatakan kliennya ingin para anak Dorce Gamalama terbuka soal pemasukan dan pengeluaran, Mereka menantang pihak anak angkat untuk melakukan audit.
"Coba dong diaudit dulu, berapa total orang menyumbang, berapa total untuk dikembalikan utang," ujarnya.
Lagipula, Husni melanjutkan, pihak yang paling tepat untuk membayarkan utang-utang almarhumah adalah keluarga kandung. Dia menilai anak angkat tak berhak melakukan semua itu.
"Harus diingat yang berhak melakukan pembayaran dan pelunasan utang itu bukan mereka, tapi keluarganya," kata Husni.
"Keluarga wanti-wanti sama saya apabila ada temuan kejanggalan minta dilaporkan," tegasnya lagi.
Baca Juga: Kesabaran Habis Gegara Surat Wasiat Belum Dibuka, Kakak Kandung Dorce Gamalama Tempuh Upaya Hukum
Urusan wasiat dan warisan Dorce Gamalama menjadi polemik dari keluarga kandung dan anak-anak angkatnya. Hal ini bermula dari wasiat dari Dorce tak kunjung dibuka setelah lewat dari 40 hari kepergian almarhum hingga merembet ke utang piutang.
Berita Terkait
-
Ajak Generasi Muda Kenali Akar Budaya, Warisan Leluhur Toga Sinaga Kembali Dilestarikan
-
Krisis Iklim vs Warisan Harta: Nikmat di Generasi Lalu, Sengsara di Kita
-
Kisah Warisan Saham Haji Musa di Argo Manunggal Group yang Berujung Sengketa
-
Pulang dari Belanda ke Jakarta: Kapan Artefak Adat Benar-Benar Merdeka?
-
Pemerintah Kebut Revitalisasi 200 Titik Warisan Budaya, Museum hingga Keraton Disasar
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan
-
Dugaan Pemerasan dan Bullying Intimidasi Siswi SMPN 10 Ciputat, Polisi Mulai Investigasi
-
Dorong Transformasi Digital, Pemkot Tangsel Latih Pemuda Masjid Kuasai Coding dan Konten Kreatif
-
ASDP Kawal Maksimal Klaim Asuransi dan Penggantian Kerugian Korban Kebakaran KMP Batumandi
-
Mencari Penyebab KMP Batumandi Terbakar, Awak Kapal hingga Penumpang Diperiksa