Scroll untuk membaca artikel
Hairul Alwan
Sabtu, 19 Februari 2022 | 19:17 WIB
Sujiwo Tejo

“Video ini teman-teman kami buat untuk klarifikasi, sekaligus permohonan maaf tentunya, atas potongan pertanyaan yang diajukan oleh salah satu jama’ah beberapa tahun lalu di masjid blok M di Jakarta,” ungkapnya melalui video channel youtube Khalid Basalamah Official, Senin (14/2/2022).

“Saya akan coba klarifikasi jawaban kami, saya bagi menjadi tiga bagian (pembahasan) saudaraku seiman dan juga sebangsa dan setanah air,” ujar Khalid Basalamah melanjutkan.

“Pertama, lingkupnya adalah pengajian kami, dan jawaban seorang da’i muslim kepada penanya muslim, itu dulu batasannya,” ujar Khalid Basalamah melanjutkan.

“Saya saat ditanya masalah wayang saya menyatakan alangkah baiknya, dan kami sarankan, menjadikan islam sebagai tradisi, jangan menjadikan tradisi sebagai islam,” ujar Khalid Basalamah melanjutkan.

Baca Juga: Jauh Sebelum Polemik Ustaz Khalid Basalamah, Ulama Besar Nusantara Ini Juga Haramkan Wayang

Ustaz Khalid Basalamah pun mengaku dirinya tidak menyebutkan kata ‘haram’, namun ia hanya menganjurkan meninggalkan tradisi yang bertentangan dengan islam.

“Dan tidak ada kata-kata saya di situ ‘mengharamkan’, saya mengajak agar menjadikan islam sebagai tradisi, makna kata ini juga, kalau ada tradisi yang sejalan dengan islam, tidak ada masalah, dan kalau bentrok sama islam, ada baiknya ditinggalkan,” ujar Khalid Basalamah melanjutkan.

Load More