SuaraBanten.id - Pemandangan tak biasa terlihat di depan Kantor DPRD Kota Cilegon, Kamis (20/1/2022) siang. Di depan Kantor lembaga legislatif tingkat Cilegon itu, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) melakukan aksi kerokan.
Perwakilan mahasiswa memperagakan layaknya kerokan masuk angin sebagai kritik atas rencana interpelasi Wali Kota Cilegon Helldy Agustian yang dibatalkan.
Pantauan SuaraBaten.id, puluhan mahasiswa longmarch dari tugu landmark Cilegon menuju gedung DPRD Kota Cilegon sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Interpelasi = Intermezo" (KAU YANG MEMULAI DAN KAU YANG MENGAKHIRI).
Dalam aksi itu, sebagian mahasiswa barisan terdepan nampak tak menggunakan pakaian dan membawa koin serta minyak gosok. Sesampainya dilokasi, mereka melakukan aksi teatrikal kerok masuk angin sebagai bentuk protes terhadap DPRD Kota Cilegon.
Ketua Umum PP IMC, Hariyanto mengatakan, tujuan aksi teatrikal itu mempertontonkan, memperlihatkan bagaimana kontrak terlihat perilaku daripada DPRD Kota Cilegon.
Pasalnya, sejauh ini dewan yang sudah mewacanakan hak interpelasi, dibatalkan melalui Rapim dan Bamus DPRD Kota Cilegon karena dua Fraksi lainnya, seperti Gerindra dan Nasdem-PKB tidak hadir dalam paripurna pembahasan hak interpelasi.
"Saya mencium ada perselingkuhan politik karena memang 360 derajat berbalik. Tadinya mendukung, ditengah perjalanan tahapan Hak Interpelasi, dari beberapa fraksi pengusul yang selama ini gencar mengkritisi kebijakan Helldy-Sanuji justru tidak konsisten di garis perjuangan dalam mewujudkan hak interpelasi," tegas Yanto dalam orasinya di depan kantor DPRD Kota Cilegon, Kamis (20/1/2022).
"lebih parahnya lagi ketika paripurna internal justru tidak hadir. Artinya kan tidak mendukung dan terkesan tidak gentle. Ada apa sebenarnya dibalik semua ini? Apakah ada kongkalikong," imbuhnya.
Karena itu, IMC melakukan aksi teatrikal kerokan seolah masuk angin sebagai bentuk sarkasme terhadap anggota DPRD Kota Cilegon.
Baca Juga: Interpelasi Wali Kota Cilegon Batal, Raffi Ahmad Bahas Pengelolaan BIS dengan Wahidin Halim
"Kami menggambarkan DPRD Cilegon yang sebelumnya mendukung hak interpelasi tetapi tidak jadi, ini menggambarkan DPRD Cilegon, fraksi-fraksi yang tidak mendukung itu masuk angin," paparnya.
Seharusnya, dikatakan Yanto, hak interpelasi bisa dilaksanakan untuk mengevaliasi kepemimpinan Helldy-Sanuji selama memimpin Kota Cilegon. Terlebih, guna mempertanyakan realisasi janji poltik dalam program KCS.
"Yang perlu kita lihat adalah kenapa kemudian hak interpelasi ini harus dilakukan? Karena memang sejauh ini 11 bulan kepemimpinan Helldy-Sanuji tentu banyak sekali dari unsur masyarakat, unsur mahasiswa, civil society berbondong-bondong mengadukan keluh kesah mereka, yang tidak mereka ketahui terkhusus soal realisasi KCS. Itu jadi poin penting bagaimana seharusnya interpelasi ini bisa dilakukan," ujarnya.
Menurutnya, secara konstitusional hak interpelasi DPRD Cilegon seharusnya bisa dimanfaatkan momentumnya untuk mengevaluasi kinerja Helldy-Sanuji. Pasalnya, sejak Cilegon berdiri DPRD Cilegon belum pernah menggunakan hak interpelasi.
"Harapan kami sebenarnya adalah agar bagaimana hak interpelasi ini kemudian dibicarakan kembali, diwacanakan kembali. Kami berharap semoga fraksi-fraksi yang kemudian sejauh ini tidak setuju dengan wacana interpelasi bisa setuju dan menggunakan hak interpelasi sesuai aturan yang berlaku, tertib DPRD," harapnya.
Sebelumnya diberitakan, sidang Paripurna DPRD Kota Cilegon terkait interpelasi terhadap Wali Kota Cilegon Helldy Agustian batal dilakukan. Hal itu terungkap usai rapat pimpinan (Rapim) bersama Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Cilegon, Rabu (19/1/2022) kemarin.
Tag
Berita Terkait
-
Antara Jurnal Scopus dan Kerokan: Membedah Pluralisme Medis di Indonesia
-
Tinggal di Amerika, Agnez Mo Pamer Leher Merah Bekas Kerokan
-
'Cilegon Belum Merdeka!' Teriak Mahasiswa HMI saat Geruduk Rapat Paripurna DPRD
-
Apa Manfaat Kerokan? Ternyata Ini yang Bikin Angga Yunanda Jatuh Cinta ke Shenina Cinnamon
-
Ahn Bo Hyun Pamer Memar di Punggung, Warganet: Aktor Korea Kerokan Juga
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
BRI Perkuat Ekosistem Perumahan Jakarta, Dukung Program 3 Juta Rumah
-
Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras
-
Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1
-
Dukung Olahraga Nasional, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil