SuaraBanten.id - Habib Bahar bin Smith hingga pukul 20.30 WIB hari ini, Senin, 3 Januari 2022 masih menjalani pemeriksaan di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Sebelumnya, begitu tiba di Markas Polda Jabar siang hari, Bahar sempat menyinggung soal perjuangan melawan kezaliman.
Seperti diketahui, Bahar diperiksa oleh penyidik terkait laporan dugaan ujaran kebencian. Lamanya pemeriksaan yang dilakukan, ada yang menduga Habib Bahar langsung ditahan. Benarkah?
Sampai pukul 20.30 WIB belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Jabar terkait hal tersebut. Hingga sejauh ini masih menunggu penjelasan lebih rinci dari pihak Kepolisian. Sebelumnya, Bahar datang ke Markas Polda Jabar ditemani oleh istri dan beberapa kuasa hukumnya, sekitar pukul 12.15 WIB.
Ia datang dengan menggunakan mobil mewah Toyota Alphard nopol B 2644 TBO. Setelah turun dari mobil, Bahar langsung menyapa wartawan, sebelum masuk ke gedung PPA, guna dilakukan tes swab.
Baca Juga: Tak Takut Dipenjara, Habib Bahar: Demi Rakyat, Nyawa Saya Murah Harganya!
“Kepada kawan-kawan media, saya datang kesini, untuk memenuhi panggilan Polda Jabar dan yang perlu diketahui saya tidak pernah mangkir dari panggilan dari zaman dulu sampai sekarang,” ujar Bahar.
Dikatakan Bahar, dirinya sudah menerima surat SPDP dan surat pemanggilan dari Polda Jabar. Kedatangannya ke Polda Jabar sebagai bentuk warga negara yang taat terhadap hukum.
“Dan saya ingin menyampaikan sedikit pesan, saya surah menerima SPDP dari Polda Jabar, kemudian surat pemanggilan sehingga saya datang kemari, sebagai kewajiban. Saya warga negara yang baik memenuhi panggilan, saya kooperatif,” paparnya.
Bahar menambahkan, jika nantinya ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, maka demokrasi telah mati. Pasalnya, laporan terhadap dirinya ini, sangat cepat diprosesnya.
“Saya ingin menyampaikan andaikan jika saya nanti ditahan, jika saya tidak keluar dari ruangan atau saya dipenjara, saya sampaikan bahwasanya inilah bentuk demokrasi sudah mati di negara Republik Indonesia yang kita cintai,” tuturnya.
Baca Juga: Momen Haru Habib Bahar Sebelum Datangi Polda Jabar, Bersimpuh Cium Kaki Ibunda
“Sebab kenapa? Saya dilaporkan secepat kilat, sedangkan masih banyak penista Allah penista agama, tapi tidak diproses sama sekali,” lanjut Bahar.
Berita Terkait
-
Sentilan Luhut dan Demokrasi Sopan Santun: Ketika Kritik Dianggap Ancaman
-
Demokrasi atau Diktator? Brutalisme Aparat di Balik Demonstrasi UU TNI
-
Teror terhadap Media: Alarm Keras bagi Kebebasan Pers di Indonesia
-
Represi Aparat dan Hilangnya Ruang Demokrasi: Akankah Sejarah Berulang?
-
Tragis! "Ratu Fitness" Meninggal Mendadak, Minuman Energi Jadi Tersangka?
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Kolaborasi dengan BRI Antarkan Desa Wunut Jadi Desa dengan Pembangunan Berkelanjutan
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Sukses Perkenalkan Minyak Telon Lokal, Habbie
-
Kawasan Banten Lama Dipadati Ribuan Peziarah Pada Libur Lebaran
-
Pulau Merak Besar dan Pulau Merak Kecil Dipadati Ribuan Wisatawan
-
Perayaan HUT Kabupaten Pandeglang Bakal Digelar Sederhana, Buntut Efisiensi Anggaran