SuaraBanten.id - Seorang gadis berinisial A (16) menjadi korban pemerkosaan oleh empat pemuda secara bergilir, peristiwa itu diketahui terjadi di Kabupaten Serang, Banten.
Sebelum menggauli korban, empat pemuda itu mengajak gadis cantik tersebut untuk ikut minum minuman keras (Miras).
Tidak hanya itu saja, gadis itu juga diberi obat hexymer di sebuah bengkel. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu 14 November 2021, sekitar pukul 20.00 WIB.
Empat remaja yang diduga memperkosa korban tersebut berinisial MA (19), TM (22), MY (28)dan SN (20). Korban mengenal MA di facebook kemudian melakukan pertemuan.
Setelah korban mabuk, MA membawa korban ke sebuah rumah kakek tersangka TM di Desa Malanggah, Kecamatan Tunjungteja. Korban yang tak sadarkan diri kemudian diperkosa TM.
“Setelah TM puas, kemudian MA juga melakukan pemerkosaan kepada gadis tersebut. Kemudian rekan MA, bernama MY juga melakukan perbuatan yang sama,” ungkap Kasatreskrim Polres Serang, mengutip dari Bantenhits -jaringan Suara.com, Sabtu (20/11/2021).
Korban yang dalam pengaruh obat dan miras, selama dua hari korban dijadikan pelampiasan secara bergilir oleh keempat pemuda bejad tersebut. Terkahir yang memperkosa korban, berinisial SN alias keling.
“SN membawa korban ke rumahnya. Di rumah tersebut korban disetubuhi dengan cara yang sama,” katanya.
Korban yang disekap selama dua hari dua malam itu kemudian diantarkan pulang ke rumahnya. Namun karena SN takut ketahuan, akhirnya korban diturunkan di di Alun-alun Kecamatan Tunjungteja.
Baca Juga: Pegawai BPN Lebak Terjaring OTT Polda Banten, Mahasiswa: Badan Pungli Nasional
“Begitu tau anaknya pulang, orang tua korban langsung bertanya dan korban menceritakan telah diperlakukan tak senonoh oleh pelaku. Dari laporan itu, orangtua bersama warga langsung mencari dan berhasil engamankan empat pelaku,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru
-
Muncul Isu Pocong Palsu di Banten, Polisi Siaga Antisipasi Modus Kejahatan
-
Kurangi Limbah Deterjen, Binatu di Tangsel Gunakan Ekoenzim Buatan Sendiri
-
Pertarungan Gadis Kecil dan Tiga Lelaki yang Menggila di Tengah Belantara
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal 2026 yang Kualitasnya Geser Brand Luar Negeri
-
Wabup vs Bapperida, Kebijakan TPA Bojong Menteng Serang Terpecah Belah?
-
Satu Tahun Zakiyah-Najib, Fraksi Demokrat Kritik Lambannya OPD dan Sengkarut Sampah di Serang
-
Wali Kota Cilegon: Idul Adha 1447 H Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
-
Sapi Kurban Presiden RI Berbobot 1,1 Ton Disalurkan untuk Warga Cilegon