“Itu posisinya di pas belokan kang, di depan mobil kan ada truk terus pas mau disalip di sebelah kanan juga ada truk ngetem. Jadinya ambulans terhalang sama dua kendaraan yang sudah ngisi di jalan,” ungkapnya.
Faizal menyebut sempat ada perdebatan saat peristiwa itu berlangsung. Meskipun telah meminta supir truk untuk menepi dan memberikan jalan supaya ambulans bisa lewat, tapi permintaan itu tetap tak digubris sama sekali.
Hingga akhirnya karena kesal, Aldi sang supir ambulans lalu membuka pintu belakang supaya bisa memperlihatkan kondisi pasien kritis yang dibawanya kepada orang lain.
Padahal kata Faizal, semua driver ambulans diharamkan membuka pintu belakang mobilnya lantaran itu melanggar standar operasional (SOP) bagi pengemudi ambulans.
Baca Juga: Viral Truk Tanah Parkir Sembarangan di Lebak, Halangi Ambulans Hingga Pasien Meninggal
“Lama itu kang kejadiannya, soalnya kalau driver (ambulans) udah buka pintu belakang itu tandanya keselnya dia udah keluar. Padahal SOP kita salah satunya enggak boleh buka pintu belakang,” katanya.
“Tapi itu drivernya udah kesel, kemungkinan ada yang bilang kalau mobil itu kosong terus akhirnya dibuka itu pintu belakang supaya pada tahu kita bawa pasien kritis,” tambahnya.
Faizal menyatakan, perjalanan dari rumah pasien menuju puskesmas saat itu sejauh lebih dari 10 kilometer. Setelah melewati perdebatan yang cukup panjang lantaran tertahan oleh truk, ambulans yang dikemudikan Aldi akhirnya bisa melintas usai dibantu oleh warga setempat.
Namun nahasnya, setelah tiba di puskesmas, pasien tersebut tak bisa tertolong. Kondisinya semakin kritis gegara persediaan tabung oksigen di dalam ambulans sudah habis saat tertahan truk yang ngetem di badan jalan.
“Pas nyampe ke PKM, keluarganya udah pasrah. Akhirnya keluarga pasiennya memutuskan untuk dibawa pulang aja ke rumah, beliau meninggal setibanya di rumah,” tuturnya.
Baca Juga: Kakanwil BPN Banten Prihatin atas OTT di Kantor Pertanahan Kabupaten Lebak
Akibat kejadian tersebut, Faizal dan rekan seprofesinya lalu sepakat untuk mengunggah peristiwa ini ke media sosial. Mereka berharap insiden seperti ini tak terulang lagi di kemudian hari dan masyarakat di wilayah Lebak bisa paham dengan kondisi darurat tersebut.
Berita Terkait
-
Viral Denny Landzaat Fasih Bahasa Indonesia di Maluku, Shin Tae-yong Kena Sindir
-
Viral, Apakah Ada Doa Mengusir Tamu Agar Cepat Pulang?
-
Viral! Wanita Ini Punya Cara Jitu Bungkam Pertanyaan 'Nyinyir' saat Lebaran, Kaosnya Bikin Ngakak!
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
Viral! Kawasan Wisata Pantai Anyer Penuh Manusia, Niat Healing Malah Pusing
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Berdiri 2019, Kini Minyak Telon Lokal Habbie Capai Omzet Belasan Juta Rupiah
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Sukses Perkenalkan Minyak Telon Lokal, Habbie
-
Kawasan Banten Lama Dipadati Ribuan Peziarah Pada Libur Lebaran
-
Pulau Merak Besar dan Pulau Merak Kecil Dipadati Ribuan Wisatawan
-
Perayaan HUT Kabupaten Pandeglang Bakal Digelar Sederhana, Buntut Efisiensi Anggaran