SuaraBanten.id - Wali Kota Cilegon Helldy Agustian membeberkan strategi antisipasi gelombang tiga Covid-19 di Kota Cilegon. Wali Kota Helldy memaparkan sejumlah antisipasi tersebut saat menjadi narasumber Webinar Live Talk Show Suara.com dengan tema "Antisipasi Gelombang 3, Batasi Akses ke Sumatera?", Kamis (4/11/2021).
Dalam webinar tersebut Helldy mengawali pemaparan mengenai kondisi terkini penanganan Covid-19 di Kota Cilegon. Saat ini capaian vaksinasi di Kota Cilegon sudah mencapai 72,64 persen.
"Target kami tahun ini bisa mencapai 80 persen," ungkap Helldy memaparkan kondisi capaian kota yang berada di ujung barat Pulau Jawa itu.
Kata Helldy, saat ini Kota Cilegon berada pada PPKM Level 3 lantaran taget vaksin lansia baru tercapai sekira 25 persen dari target 40 persen.
"Kami sedang upayakan 15 persen bisa diselesaikan, sehingga level PPKM kami bisa turun kembali ke Level 2," ungkapnya.
Helldy mengungkapkan, selaku pintu menuju Pulau Sumatera ia menganggap Pemkot Cilegon juga perlu bertindak untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat yang pulang kampung atau berlibur ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak saat Natal dan Tahun Baru.
"Saat ini Forkopimda (Forum komunikasi pimpinan daerah) belum melakukan pembahasan terkait hal itu, namun kemungkinan akan diterapkan seperti halnya pada arus Mudik Lebaran," tutur Helldy.
"Nanti akan ada pembatasan penumpang di beberapa titik diantaranya seperti di Pintu Tolol Cilegon Timur dan Cilegon Barat, Pintu Tol Merak, wilayah Gerem, dua di Pelabuhan Merak dan beberapa titik lainnya," jelasnya.
Lebih Lanjut, Helldy juga memaparkan penanganan penyebaran Covid-19 di kalangan Industri di Kota Cilegon. Ia memaparkan Kota Cilegon yang memiliki banyak industri sudah memiliki cara yang tepat untuk membatasi penularan Covid-19.
Baca Juga: Pemprov DKI Targetkan 1 Juta Anak Usia 6-11 Tahun Ikut Vaksinasi Covid-19
"Alhamdulillah ada aplikasi PeduliLindungi, semua industri kini masuk pabrik harus menggunakan Aplikasi PeduliLindungi. Hal itu juga dilakukan ketika mau datang ke pusat-pusat keramaian lainnya seperti mall," ujarnya.
Helldy juga menambahkan saat ini kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Cilegon sudah mulai melandai dengan zero kasus alias tidak ada penambahan kasus Covid-19. Sepanjang Pandemi Covid-19 hingga akhir Oktober lalu angka kematian akibat Covid-19 berjumlah 306 orang.
"Dalam dua bulan terakhir tidak ada penambahan kasus meninggal, dan sekarang sudah tidak ada yang di rawat karena Covid-19. Kami harap semua ini terus membaik dan pada 2022 jangan sampai ada varian baru masuk Indonesia khususnya Cilegon, kami sedang persiapan hingga masuk zona hijau kembali," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Gaji Rp3,5 Juta Jadi Umpan: Perempuan Dijebak Sindikat Prostitusi Online di Cilegon
-
Pelabuhan Merak Padat, 75 Ribu Pemudik Menyeberang ke Sumatera
-
Mudik Lebaran 2026, Rute Commuter Line Merak Dibatasi Hanya Sampai Stasiun Cilegon
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Viral di Lebak! Demi Buktikan Tak Mencuri Bedak, Wanita Dipaksa Injak Al-Qur'an
-
Catat! Tidak Semua ASN Banten Bisa WFH Hari Jumat
-
Oknum ASN Satpol PP Cilegon Nyambi Jadi Pengedar Sabu, Polisi Sita 78 Paket Siap Edar
-
Pecat Ketua RW Sepihak, Kepala Desa Curug Wetan Dilaporkan ke Ombudsman