Scroll untuk membaca artikel
Hairul Alwan
Kamis, 04 November 2021 | 07:03 WIB
Ade Armando [YouTube]

Ia lalu menyinggung bahwa siapa pun pelaku pembuatan video ini, mereka adalah orang yang tolol dan pengecut.

Mereka, lanjut Ade Armando, sedemikian tololnya sehingga menyangka bahwa hal semacam ini akan berdampak dan membuatnya ketakutan.

Padahal, katanya, data-data seperti nama hingga nomor telepon memang tak pernah ia tutup-tutupi selama ini.

Ade Armando juga mempertanyakan apa gunanya orang tersebut memanipulasi datanya usai masuk ke backend emailnya.

Baca Juga: Menohok! Bolehkah Rizieq Dipukuli dan Wajahnya Dilumuri Kotoran? Ini Jawaban Ade Armando

“Memang ada yang percaya kalau saya menyatakan diri Anggota Persatuan LGBT Sedunia? Memang ada yang percaya bahwa saya buzzer Istana Merdeka di bahwa Moeldoko?” katanya.

Dosen UI ini mengaku tak takut nomor HP-nya tersebar sebab selama ini ia sudah sering menerima panggilan dan pesan-pesan mengganggu yang menyumpahinya.

Namun, ia menilai bahwa cara-cara tak beradab seperti ini tak perlu dirisaukan. Baginya, ini hanyalah semacam efek samping dari kebebasan berekspresi.

Kendati demikian, ia juga menegaskan bahwa peretasan merupakan tindakan kriminal dan polisi akan menerima laporannya jika ia melaporkan.

“Tapi, kalau yang mereka lakukan baru sampai memanipulasi data saya sehingga saya seolah-olah adalah anggota perkumpulan LGBT, ya sudahlah. Kan menjadi LGBT juga bukan aib,” kata Ade Armando.

Baca Juga: Ade Armando Sebut Habib Rizieq Shihab Bukan Ulama: Memalukan Umat Islam

“Tapi kalau mereka mulai bergerak lebih jauh, misalnya dengan memanipulasi seolah saya mengirimkan materi pornografis, saya akan serius melaporkannya secara hukum,” tambahnya.

Load More