Scroll untuk membaca artikel
Hairul Alwan
Selasa, 21 September 2021 | 21:35 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. [Antara]

SuaraBanten.id - Setelah delapan tahun terakhir terus merugi, PT Krakatau Steel (KS) tahun ini akhirnya mendapatkan keuntungan hinga Rp800 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat menghadiri peresmian HSM 2 PT Krakatau Steel, Selasa (21/9/2021).

"Sekarang ini PT Krakatau Steel yang performennya rugi selama delapan tahun terakhir, sekarang sudah untung Rp800 miliar," kata Erick Thohir saat memeberikan sambutan.

Kata Erick Thohir, keberhasilan PT KS tidak terlepas dari upaya transformasi dan restrukturisasi BUMN termasuk PT Krakatau Steel sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk perbaikan kinerja BUMN.

Baca Juga: Keluh Kesah Honorer Serang ke Presiden Jokowi, Minta Diangkat ASN Gegara Biaya Mahar Mahal

Ia memaparkan, ada tiga tahapan restrukturisasi yang harus dilakukan oleh PT Krakatau Steel, tahap satu dan tahap dua sudah berhasil dijalankan dengan baik.

"Namun saya minta pihak manajemen PT KS jangan berpuas diri, karena ini penting bagaimana agar terus berupaya meningkatkan performen daripada PT Krakatau Steel ini," kata Erick Thohir dihadapan presiden Joko Widodo dan sejumlah kabinet Indonesia Maju.

Erick Thohir juga mengapresiasi atas keberhasilan pihak manajemen PT KS yang selama ini terus berupaya memperbaiki performen PT KS yang tadinya terus merugi menjadi untung.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri BUMN juga menyampaikan upaya-upaya dan keberhasilan dalam proses transformasi dan rentrukturisasi BUMN yang dilakukan Kementerian BUMN meskipun ditengah pandemi COVID-19, dalam upaya meningkatkan akuntabilitas, profesionalisme serta peningkatan daya saing dan meningkatkan pelayanan publik.

"Tahun 2020 kami memberikan keuntungan Rp375 triliun untuk negara dan secara bertahap akan terus kita tingkatkan," kata Erick Tohir.

Baca Juga: Ngaku Tak Romantis, Erick Thohir Beri Istri Kambing di Ulang Tahun Pernikahan

Diantara upaya transformasi dan retstrukturisasi BUMN tersebut, kata Erick, penggabungan tiga bank himbara menjadi Bank Syarian Indonesia (BSI) sebagai alternatif keuangan syariah, kemudian pembentukan holding di PT Pertamina, dan upaya lainnya termasuk keberhasilan restrukturisasi PTPN yang keuntungannya semakin meningkat, termasuk juga di PT Krakatau Steel.

Load More