SuaraBanten.id - Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Tangerang klaim insentif nakes sudah dibayar hingga Maret 2021.
Kabar Dinkes Kota Tangerang klaim insentif nakes sudah dibayar hingga Maret 2021 diungkapkan Kepala Dinkes Kota Tangerang Liza Puspadewi ditemui di kantornya.
"Insentif mah udah, sampai maret 2021," ungkap Liza saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (23/7/2021).
Meski demikian, Liza tidak bisa menjelaskan berapa jumlah tenaga kesehatan (Nakes) menerima isentif dari pemerintah pusat. Menurutnya, hak tersebut sudah ada pembagian kategorinya.
"Saya enggak hafal (Nakes yang menerima), karenakan itu ada perkatagori berapa yang dipantau. Berapa yang covid-19 positif. Ada rumusnnya untuk nakes itu," katanya.
Dirinya juga tidak mengetahui lebih jelas, berapa angka yang diterima Nakes dalam insentif tersebut. Meski begitu, dirinya tetap mengawasi anggaran tersebut agar terealisasi.
"Waduh saya enggak hafal itu nanya rupiah. Kan udah ada juknisnnya. Tapi saya mantaunya, anggarannya terealisasikan. 'Ini benar, ohh iya betul' yang penting terealisasi," tutupnya.
Sebelumnnya diberitakan, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, insentif periode Januari-Mei 2021 belum dibayarkan karena Pemkot Bekasi terkendala kondisi keuangan.
"Untuk nakes di Dinkes sudah dibayarkan sampai dengan Desember. Yang Januari sampai Mei ini belum karena kan kami sedang menghadapi yang krusial," ujar Rahmat kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).
Baca Juga: Kisah Pilu Suami, Istri Meninggal di Malam Pertama Saat Berhubungan Intim
Rahmat mengakui, Pemkot Bekasi kesulitan membayar insentif para nakes di Dinas Kesehatan. Terlebih lagi dana insentif penanganan Covid-19 yang harus dibayarkan cukup besar.
Rahmat menyampaikan, pihaknya saat ini sedang memikirkan proses penganggaran untuk membayar insentif nakes di Dinas Kesehatan.
Kontributor : Muhammad Jehan Nurhakim
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Manfaatkan Situasi Toko Tutup, Kepala Minimarket di Cikande Coba Perkosa Kasir di Gudang
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
Seorang Nelayan di Pandeglang Tewas Mengenaskan Usai Rumahnya Meledak Diduga Karena Bom Ikan
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik