SuaraBanten.id - Netizen sebut akronim PPKM. Netizen sebut akronim PPKM, trending Twitter. Netizen sebut akronim PPKM dengan menyebutnya Pak Presiden Kapan Mundur.
'Pak Presiden Kapan Mundur' sedang menjadi sorotan publik. Netizen sebut akronim PPKM yakni Pak Presiden Kapan Mundur ramai di Twitter, Minggu (4/7/2021).
Dikutip dari Terkini.id-Jaringan Suara.com, topik itu ternyata digunakan sebagai satire terhadap kebijakan pemerintah yang menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).
“Ya ampun. Baru tau klo PPKM yang digaungkan itu ternyata: Pak Presiden Kapan Mundur?” kata Qbthe6th.
Bahkan, ekonom dan politikus senior, Rizal Ramli juga turut mengunggah kependekan PPKM ini.
“PPKM artinya opo toh? Moso artinya ini toh?” katanya sambil mengunggah gambar bertuliskan ‘PPKM= Presiden Kapan Mundur’.
Tak hanya itu, netizen juga membuat kepanjangan lain dari PPKM itu, yakni Pembatasan Pergerakan Kaum Muslimin.
Seperti diketahui, beberapa pihak merasa keberatan atas kebijakan Pemerintah menutup masjid selama PPKM Darurat ini.
“Menurut kalian mana yang bener ni. 1. PPKM= Pembatasan Pergerakan Kaum Muslim atau 2. PPKM = Pak Presiden Kapan Mundur,” kata AmeliaRieska03.
Baca Juga: Ramuan Anti COVID-19 Bikin Suku Baduy Bebas Corona Sampai Kini
Ditelusuri lebih jauh, beberapa netizen nampak mengemukakan kekecewaan atas kebijakan-kebijakan Presiden Jokowi belakangan ini.
Netizen merasa ditipu sebab merasa istilah PPKM Darurat hanyalah cara pemerintah menghindari tanggung jawab untuk membiayai lockdown.
Di saat yang sama, Pemerintah juga masih terus melanjutkan pembangunan Ibu Kota baru.
“Rakyat ditipu dengan memanipulasi UU, Pak Presiden Kapan Mundur itu sebenarnya Lock down. Tapi tak bertanggungjawab karena rakyat dipaksa membiayai sendiri lock down,” kata MasBonexx.
“Sementara pembangunan ibukota kecebong tetap berlanjut. Coba mikirnya pakai apa itu,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
BRI Kokoh Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia, Nilai Merek Tembus USD6,9 Miliar
-
HUT ke-500 Kabupaten Serang, Yanti Mustati Soroti Keberpihakan Pendidikan dan Rakyat
-
Niat Main Futsal Berujung Maut, Polisi Buru Rombongan Pelajar Pembawa Sajam di Tangsel
-
Tunggakan Pajak Mobil Mewah di Banten Capai Rp100 Miliar, Mayoritas di Tangerang Raya
-
Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan