SuaraBanten.id - Puluhan pegawai RSKM atau Rumah Sakit Krakatau Medika geruduk Kantor Wali Kota Cilegon. Mereka minta dukungan Wali Kota Cilegon Helldy Agustian gegara di PHK sepihak.
Buruh desak Wali Kota Cilegon perjuangkan 32 karyawan PT Angsa Emas Perdana yang merupakan vendor RSKM Cilegon yang di PHK sepihak.
Puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kimia Energi, Pertambangan dan Umum atau FSP-KEP Kota Cilegon itu sampaikan aspirasinya di depan Pemkot Cilegon.
Ketua F-SPKEP Kota Cilegon, Rudi Sahrudin mengatakan kasus PHK sepihak kepada 32 karyawan PT Angsa Emas Perdana ini bermula ketika perusahaan yang dipercaya membidangi bagian dapur RSKM Cilegon tersebut tak lagi bekerjasama dengan rumah sakit anak perusahaan PT Krakatau Steel (KS) tersebut.
“Artinya walaupun PT Angsa Emas Perdana sudah tidak lagi kerjasama dengan RSKM, pekerjanya kan tidak boleh di PHK, artinya harus dilanjut, terserah itu vendornya siapa saja. Teman-teman ini kan bekerja disitu bukan waktu yang sebentar, mereka bahkan ada yang sudah 10 tahun, dan masyarakat setempat. Ini harus menjadi perhatian RSKM Cilegon,” ujarnya ditemui disela aksi unjuk rasa.
Dia menuturkan bahwa alasan RSKM memutus kontrak PT Angsa Emas Perdana tidak diperpanjang kontraknya karena saat ini bagian dapur tidak beroperasi lagi.
“Tapi RSKM melakukan sajian makanan pasien melalui catering, ini kan tidak benar. Ini kan rumah sakit, jadi gizinya harus terjamin, kalau catering apakah terjamin, kan tidak. Kalau mereka ini kan sudah terpercaya karena kerjanya juga sudah lama. RSKM kan rumah sakit besar, masa tidak menjamin kualitas gizinya,” ucapnya.
Sebab itu, kata dia, pihaknya meminta karyawan yang di PHK sepihak ini agar dipekerjakan kembali.
“Tidak boleh mempekerjakan karyawan baru kalaupun memang RSKM punya vendor baru, aturan juga sudah jelas. Mereka ini yang di PHK harus prioritas direkrut kembali,” tegasnya.
Baca Juga: Selamat Tinggal Selamanya, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian Bagikan Kabar Duka
Pihaknya menyatakan terkait PHK sepihak tersebut sudah melakukan upaya mediasi dengan manajemen RSKM Cilegon, namun tetap buntu.
“Kita juga sudah mediasi dengan DPRD Cilegon juga sudah, bahkan penegasannya bahwa mereka 32 karyawan ini agar diprioritaskan bekerja kembali, itu penegasan dari Ketua DPRD Kota Cilegon saat hearing. Sekarang kita coba ke Walikota Cilegon untuk menjembatani ini agar Walikota mendesak RSKM supaya mengeluarkan surat rekomendasi supaya dipekerjakan kembali,” imbuhnya.
Hingga berita ini terbitkan aksi unjukrasa masih berlangsung. Para buruh belum diterima pejabat Pemkot Cilegon.
Berita Terkait
-
ASN Cilegon Dilarang Hedon dan Dinas Luar Kota, Wali Kota Terapkan Aturan Ketat
-
Update Pertemuan Wali Kota Cilegon dengan BKPM Soal Kadin Cilegon Minta Jatah Proyek
-
Profil dan Agama Robinsar Wali Kota Cilegon
-
Helldy Agustian Pilih Tak Ngantor Selama Masa Tenang Hingga Pencoblosan Karena Alasan Ini
-
Hadiri Deklarasi Dukungan Andra Soni-Dimyati, Bawaslu Sebut Nana Supiana Terbukti Melanggar
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
7 Tips Perjalanan Lampung Jakarta: Tips Mudik atau Liburan dari Bandara Kecil ke Ibu Kota
-
Jaga Gerbang Mudik 2026, Polisi Amankan Sabu Jumbo dan Senjata Api di Dermaga Eksekutif
-
6 Penyakit Langganan Pasca Idul Fitri yang Sering Diabaikan, Mana yang Paling Bahaya?
-
Kisah Andi di Pantai Anyer: Mengais Rezeki dari Papan Seluncur Saat Musim Libur Lebaran
-
Niat Kejar Bola ke Tengah Laut, Pemuda Asal Tapos Depok Hilang di Pulo Manuk Banten