SuaraBanten.id - Pria berinisial MDS (43) ancam kurir ekspedisi yang mengantarkan pesanan belanja online miliknya. MDS ancam kurir pakai samurai yang ia ambil dari kamar. Akibat perbuatannya, pria ini diancam 12 tahun penjara.
Pria takut-takuti kurir dengan samurai yang ia miliki. Pria temui paketnya kosong saat diantarkan oleh kurir tersebut. Pria ancam kurir ditahan polisi.
Insiden pria acam kurir itu sempat viral lantaran mengancam kurir JNT menggunakan samurai di kediamannya Jalan Musyawarah, Parung Benying, Kelurahan Seruan, Kecamatan Ciputat, saat ini sudah ditahan polisi.
MDS mengaku kesal dan emosi lantaran barang yang dipesannya berupa jam tangan seharga 70 ribu tidak ada dalam bungkus pengiriman. Sementara biaya ongkirnya 15 ribu.
Dirinya pun langsung mengancam sang kurir menggunakan sebilah samurai yang diamblinya dari dalam kamar agar kurir mengembalikan uangnya. Namun dirinya tak ada niatan untuk menganiayanya.
“Niat saya hanya untuk menakut-nakuti, tidak ada niatan untuk menganiaya atau melukai orang. Demi Allah hanya untuk menakuti agar uang saya dikembalikan, karena barang saya pesan benar-benar kosong,” ungkap MDS di Mapolsek Ciputat, Kamis (27/5/2021).
MDS mengaku dirinya bukan kali itu saja tertipu saat membeli barang di online shop. Dia sudah dua kali tertipu dan tidak ada penyelesaiannya.
“Udah pernah dua kali ketipu. Makanya saya sedikit trauma dan saya minta uang itu dikembalikan langsung oleh kurir engga melewati proses. Karena kalau lewat proses gak pernah deal,” jelasnya.
Akibat perbuatannya itu, Kapolsek Ciputat Timur Kompol Jun Nurhaida mengatakan, MDS yang berprofesi sebagai tukang jual ayam itu terancam hukuman 12 tahun penjara.
“Pelaku dijerat pasal 368 (1) subsuder pasal 2 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan modus mengancam dengan sebilah samurai atau senjata tajam,” terang Jun Nurhaida.
Baca Juga: Jadi Tersangka Ancam Kurir Pakai Samurai, MDS: Saya Tak Punya Nyali Sakiti Orang
Berita Terkait
-
Rahasia Tetap Hemat Meski Tanggal Tua, Manfaatkan Fitur SPayLater
-
Belanja Online Naik Pesat, Siapa yang Mesti Bertanggung Jawab Beban Sampahnya?
-
Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun
-
Menghidupkan Kembali Pasar Tradisional di Tengah Gemerlapnya Belanja Online
-
Ramadan Bikin Belanja Online Makin Ngebut, Tren Cashback Jadi Andalan Pengguna
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Drama Penangkapan Mafia Gas Lebak, Pemodal Nyaris Tabrak Polisi Saat Hendak Kabur
-
Jelang Munas, HIPMI Banten Usung Ade Jona Prasetyo Jadi Ketum
-
Niat Jual Motor Curian via COD, Dua Pengamen Malah 'Terciduk' Polisi di Parkiran Minimarket
-
Oknum Jaksa Banten: Di Indonesia Gak Ada Uang, Orang Tak Bersalah Bisa Jadi Bersalah
-
5 Fakta Terbaru Kasus Sumpah Injak Al-Qur'an di Lebak: 2 Pelaku Resmi Ditahan di Lapas Rangkasbitung