SuaraBanten.id - Ribuan personel gabungan disiagakan menjaga pintu utama masuk ke Pulau Jawa. Menyusul adanya intruksi dari Kepala BNPB atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Hal itu dilakukan adanya lonjakan kasus Corona di Sumatera, dan banyaknya pemudik sebelum lebaran yang masuk ke Sumatera.
Tidak tanggung-tanggung petugas penyekatan di pintu masuk pulau Jawa sebanyak 1.033 personel gabungan dari TNI, Polri, Dishub, dan Satpol PP.
Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi adanya arus balik dari Sumatera menuju pulau Jawa.
Penyekatan akan terus dilakukan sampai dengan waktu yang sudah ditentukan oleh pemerintah
"Diperintah atau tidak, kami tetap akan melakukan antisipasi arus balik dari Sumatera menuju Pulau Jawa. Harus ketat, pokoknya tidak ada pengecualian, gak ada peluang bagi masyarakat yang melintas, harus diperiksa, satu per satu," katanya kepada SuaraBanten.id, melalui sambungan telepon.
Dikatakan Sigit, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat adanya penyekatan di jalan oleh petugas, dan dilakukan pemeriksaan satu per satu. Dan bahkan ada yang diputarbalikan.
"Jadi kami mohon maaf kepada masyarakat, barangkali di jalan kemudian ada penyekatan, jangan suudzon dulu kepada polisi. Ini kan demi mereka juga demi negara. Jadi pengertian masyarakat juga, karena ini masih masa pandemi," katanya.
Ditegaskan Sigit, pola petugas penyekatan akan dilakukan sama seperti biasa. Namun saat ini dibalik.
Baca Juga: Antisipasi Arus Balik, Pemerintah Perbanyak Titik Tes Covid-19 di Jalan
"Polanya sama saja dengan yang kemarin, namun dibalik saja," katanya.
Sigit kembali menegaskan, personel yang dipersiapkan saat ini sebanyak 1.033 personel gabungan. Tentunya akan dilakukan penambahan personel jika melihat nanti arus balik terdapat eskalasi tinggi dari masyarakat.
"Kita akan melihat eskalasi dulu, nanti kalau misalnya dibutuhkan kita akan back up lagi oleh satuan Brimob Polda Banten. Seperti kemarin yang saat mau ada penjebolan penyekatan di Gerem dan Merak, kita terjunkan semua personel," tegasnya.
Sampai dengan saat ini, lanjut Sigit, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait adanya arus balik dari Sumatera ke Jawa. Namun dirinya tetap melakukan antisipasi dan pengecekan yang sangat ketat kepada masyarakat yang akan melintas.
"Harapan saya sih, kita lawan Covid-19 sama-sama. Jangan hanya petugas saja, jangan hanya pemerintah sja. Intinya itu ada di masyarakat, kalau masyarakatnya patuh Insya Allah Covid-19 akan bisa cepat selesai. Tidak perlu lagi coba-coba naik motor untuk mudik atau balik ke Jawa," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Satgas Covid-19 mencatat terjadi pergeseran tren kasus Covid-19 ke Pulau Sumatera, terlihat dari keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate corona, meningkat di atas 60 persen.
Berita Terkait
-
Tragedi Kripto dan Kanker, Membedah Motif Pembunuhan Sadis Anak Politisi PKS
-
Polisi Beberkan Kaitan Pencurian di Rumah Eks DPRD dengan Anak Politikus PKS
-
Arus Balik Nataru, 54 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta
-
Puncak Arus Balik Mudik Nataru 2025 di Pelabuhan Feri Bastiong
-
Arus Balik Nataru di Daop 1 Jakarta Masih Padat, Puluhan Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Vital
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
4 Spot Wisata Kuliner Hits di Tangsel yang Wajib Kamu Coba Akhir Pekan Ini
-
Pemkot Cilegon Didesak Bentuk Tim Khusus Penanganan Banjir
-
Bogor dan Serang Kompak 'Tutup Pintu' untuk Sampah Kiriman Tangsel
-
Awal Tahun yang Kelam bagi Kades Sidamukti: Jadi Tersangka Korupsi Usai Tilap Uang Negara Rp500 Juta
-
Khianati Kepercayaan Majikan, ART Asal Lampung Nekat Culik Bayi Demi Tebusan Hutang