SuaraBanten.id - Ustadz Yahya Waloni membuktikan orang Indonesia mudah percaya dengan suatu hal yang belum tentu benar. Salah satunya, orang Indonesia percaya dengan cepat kalau dirinya seorang ustadz.
Padahal Yahya Waloni mengaku dulunya seorang pendeta dan menyebut dirinya kafir.
Pernyataan Yahya Waloni itu dapat dilihat dalam video berjudul 'Kafir di Dunia Bisa Senang-Senang, Padahal Calon Neraka | Yahya Waloni Terbaru | Termometer Islam' yang diunggah, Rabu kemarin.
Ustadz Yahya Waloni awalnya menceritakan soal perubahannya dari orang kafir menjadi orang Islam.
"Saya dari kafir masuk Islam. Wajah saya, watak saya, postur tubuh saya begini, nggak pernah berubah. Yang mana yang berubah? Di dalam jiwa saya," ujar Ustadz Yahya Waloni.
Ustadz Yahya Waloni menekankan perubahan iman seseorang itu bukan terlihat dari luar.
"Jadi perubahannya bukan dari luar. Kata orang Arab 'Yastakhfuuna minannaasi walaa yastakhfuuna minallahi' (artinya) kau bersembunyi di hadapan manusia, kau tidak mampu bersembunyi di hadapan Allah," tuturnya.
Ustadz Yahya Waloni pun menyinggung bagaimana tampilan luar sering dijadikan paramater taubat seseorang.
"'Oh dia sudah berubah, waktu sebeluk Ramadhan nggak pakai jenggot, sekarang sudah ada jenggot. Celananya dulu panjang, sekarang sudah begini (berdiri lalu menangkat jubahnya hingga kakinya terlihat). Sudah bertobat dia.' Woi kawan, orang bertobat bukan (dilihat) dari jenggot. Kalau ukurannya jenggot, Yahudi duluan masuk surga karena Yahudi jenggotnya sampai di perut," tandas Yahya Waloni.
Baca Juga: Komplain Diberi Kursi Gereja saat Ceramah, Yahya Waloni: Ganti Kursi Islam
Ia lantas mengaitkan bahwa ada juga orang 'munafik' yang berpuasa, memakai sorban, dan mengaku ustaz.
"Kemarin, satu bulan, kelompok-kelompok munafik puasa, ada istilah buka bersama, saya nonton TV, innalillahi. Habis bicara A jadi B. Ada satu yang sering pakai sorban seperti ban pespa putih ke mana-mana (sambil menggerakkan tangan mengelilingi kepalanya, seolah melilit sorban). Ngaku-ngaku ustaz," ujar Yahya Waloni.
Pada bagian inilah, Yahya Waloni menyebut bahwa orang Indonesia sangat mudah percaya padahal watak orang gampang berubah.
Contohnya ia sendiri yang mualaf namun langsung disebut ustaz oleh masyarakat Indonesia.
"Hei kawan, ini orang Indonesia ini, suka sekali percaya. Saya saja dari kafir, langsung dicap ustaz begini. Jangan dulu! Apalagi orang Indonesia ini wataknya suka berubah. Hari ini bicara A, besok jadi B, seperti bunglon, seperti gurita. Gurita, batu putih jadi putih, batu merah jadi merah, batu biru jadi biru, batu cokelat jadi cokelat, batu hitam jadi hitam, watak orang Indonesia," kata Yahya Waloni.
Berita Terkait
-
Profil Pete Hegseth: Menteri Perang AS yang 'Membenci' Islam, Punya Tato Kafir
-
Masih Berlaku! Promo Buy 1 Get 1 Tiket Nonton Film Kafir: Gerbang Sukma di M.Tix
-
Kafir: Gerbang Sukma, Horor Religi yang Mengusik Nurani
-
Film Kafir: Gerbang Sukma, Kembalinya Karma yang Datang Menagih Nyawa!
-
Setelah 8 Tahun, Sekuel Film Kafir: Gerbang Sukma Siap Tayang 29 Januari 2026
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Kakak Surakman Tak Kuasa Menahan Tangis, Jenazah Akan Dimakamkan di Samping Makam Istri
-
Teridentifikasi via DNA, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan dari Bengkulu Besok
-
Identitas ABK Terungkap Lewat Uji DNA, PFI Desak Basarnas Buka Lagi Pencarian 5 Jurnalis
-
BRI inFrame 2026 Kembali Hadir, Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan Lewat Lensa Fotografi
-
Jejak Terakhir KM Arupadatu I, DNA Terdampar di Enggano Teridentifikasi sebagai Sukarman