SuaraBanten.id - Artis yang kerap dijuluki Sultan Andara, Raffi Ahmad Beli Cilegon United. Kabar Raffi Ahmad membeli Cilegon United meninggalkan kesan tersendiri bagi Aparatur Sipil Negara atau ASN Pemkot Cilegon.
ASN Pemkot Cilegon mengenang kisah klub bola asal Cilegon yang Dibeli Raffi Ahmad itu. Mereka mengaku sempat diwajibkan menonton setiap pertandingan Cilegon United hingga diberlakukan absen di lapangan sepak bola.
Salah satu ASN Pemkot Cilegon yang enggan disebutkan namanya kembali menceritakan peristiwa beberapa tahun lalu saat Cilegon United masih bertanding di Liga 3.
"Dulu semua ASN diwajibkan nonton setiap pertandingan Cilegon United, bahkan kita juga harus membeli baju Cilegon United sendiri," katanya kepada SuaraBanten.id, Rabu (31/3/2021).
Meski awalnya merasa terpaksa , ia mengaku bangga dengan prestasi Cilegon United yang terus menang kala itu.
"Saya lupa berapa kali nontonya, tapi waktu tanding di Stadion KS Cilegon, Lampung dan beberapa tempat lainnya. Saat saya nonton Cilegon United selalu menang hingga masuk ke liga 2 dan sekarang ke liga 1," ungkapnya.
Sementara, ASN lainnya yang juga enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kala itu seluruh ASN di Cilegon juga harus menonton pertandingan Cilegon United sebagai absen kerja.
Absen kerja di lapangan sepak bola usai menonton pertandingan saat itu diatur oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Kepegawaian (BKPP).
"Jadi setelah nonton bola kita (ASN) kumpul berebut absen fingerprint yang dioperasikan masing-masing perwakilan dinas," ungkapnya.
Baca Juga: Usai Beli Cilegon United, Raffi Ahmad Kunjungi Klub Liga 3
Sama halnya seperti, ASN satunya, ia mengaku sempet merasa terpaksa saat kebijakan diwajibkannya menonton pertandingan Cilegon United. Meski merasa terpaksa, ia mengaku terus mendukung kemajuan Cilegon United.
"Saya tetap mendukung Cilegon United karena membawa nama Cilegon. Termasuk saat ini Cilegon United dijual ke Raffi Ahmad, kalau baik tidak masalah. Kalau itu menghabat kemajuan ya mending jangan," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Pasca Kebakaran KMP Batumandi, Tim SAR Lakukan Pendinginan di Merak
-
Anwar Hafid Tegaskan Reformasi Birokrasi Sulteng: ASN Harus Melayani, Bukan Berkuasa
-
Soal Wacana Penyaluran Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih, DPR: Jangan Buat Pegawai Gelisah!
-
Rapor Prabowo Anjlok dan Raffi Ahmad Ditinggalkan Puluhan Ribu Investornya
-
Tiba di Istana Jelang Pelantikan Wantimpres, Anwar Usman: Saya Diundang Raffi Ahmad
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru
-
Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara
-
Nekat Angkut 32 Ribu Benur Lobster Tanpa Izin, Pria Asal Sukabumi Dihentikan Polisi di Lebak
-
Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan
-
Dugaan Pemerasan dan Bullying Intimidasi Siswi SMPN 10 Ciputat, Polisi Mulai Investigasi