SuaraBanten.id - Wartawan diduga dibunuh di Pandeglang bukan anggota Pokja Wartawan Harian Kabupaten Tangerang. Hal itu dipastikan Wakil Ketua Pokja Wartawan Harian Kabupaten Tangerang Widi Hatmoko.
Widi memastikan bahwa mayat yang ditemukan bukan anggotanya.
"Saya menyatakan bahwa yang meninggal itu bukan anggota Pokja Wartawan Harian Kabupaten Tangerang," ungkapnya, Kamis (11/2/2021) pagi.
Terlebih, tambah Widi, infonya mayat tersebut mempunyai ciri ada tato gambar perempuan di bagian lengan tangannya.
"Anggota Pokja Wartawan Harian Kabupaten Tangerang tidak ada yang punya tato gambar perempuan di lengan tangannya," ujarnya.
Terkait kaos seperti yang dikenakan, Widi menduga kaos itu diberikan saat kegiatan pelatihan jurnalistik di Sport Club Citra Raya.
"Kegiatannya sekitar tahun 2013-an," ujarnya.
Saat pelatihan itu, lanjut Widi, peserta paling banyak adalah anggota Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA) yang merupakan pelaku IKM alas kaki di Tangerang.
"Kaos itu juga dibagikan kepada peserta termasuk anggota APTA yang ikut dalam acara tersebut," jelasnya.
Pria yang menjabat sebagai Ketua APTA itu juga mengaku sudah menanyakan kepada anggotanya.
"Tapi sampai sekarang belum ada yang mengetahui terkait korban," urainya.
Baca Juga: Jasad Wartawan di Pandeglang Sudah Busuk, Diduga Tewas 5 Hari Lalu
Lantaran kaos itu sudah lama sekali dicetak dan dibagikan, Widi memperkirakan kemungkinan kaos sudah berpindah pakai kepada orang lain.
"Sehingga tidak banyak tahu, pindah pakai ke siapa saja, susah dilacak," jelasnya.
Ia berharap mayat tersebut segera diketahui identitasnya serta ditemukan dengan keluarga.
"Semoga Almarhum juga diampuni dosa-dosanya, dan mendapat tempat yang layak di sisi-NYA. Aamiin," pungkasnya.
Jasad sudah membusuk
Jasad wartawan di Pandeglang diperkirakan sudah tewas 5 hari lalu. Wartawan diduga dibunuh itu ditemukan di sebuah sungai di Pandeglang.
Ciri-ciri wartawan itu punya tato perempuan di tangan kanan. Jasad wartawan pakai baju Pokja Wartawan Harian Kabupaten Tangerang. Wartawan itu tewas dengan leher disayat.
Anggota Tim Inafis Polres Pandeglang Bayu mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang berusaha mengungkap identitas korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Jaksa Agung Rotasi Besar-besaran, Posisi Dirdik Jampidsus Hingga 8 Kajati Resmi Berganti
-
#AksiAsri Operasi Semut: Langkah Kecil Menggerakkan Indonesia Asri
-
Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang
-
Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget